I Don’t Need Love

Annyeong ini ff one shot pertamaku, semoga kalian pada suka sama ceritanya. Happy reading and don’t forget to comment yeah ^^

 

Author : Satsukisorayuki

Tittle          : I Don’t Need Love

Genre        : AU/  Angst, Romance  

Rating        : NC/17

Lenght       : Oneshot

Cast            : Han Yourin, Kim Hyun Joong, Kim Kyu Jong, Lee Hyera, and other
Disclaimer : PLOT IS MY OWN?! Terinspirasi dari komik yang pernah aku baca

a/n            : Mohon maaf kalau jelek atau ceritanya nggak nyambung, soalnya ini adalah fanfic oneshot pertamaku. Oh iya, waktu itu fanfic ini author protect karena selain ini adalah NC/17, author mau ngerombak ni fanfic dulu dikarenakan masih banyak kekurangannya. Dan sekarang karena fanfic ini sudah di edit dan diperbaharui lagi, fic ini udah ga author protect. Happy Reading! ;)

        _I DON’T NEED LOVE_

Aku masih tidak percaya bahwa aku terlahir karena kedua orang itu berhubungan seks. Kedua orangtuaku menikah karena eomma terlanjur hamil. Appa gembira dengan kehamilan eomma, tapi sebaliknya eomma yang masih senang main tidak menginginkanku dan mengandungku hanya karena terpaksa.

Sebenarnya sejak sebelum aku masuk SD, eomma jarang sekali pulang ke rumah karena dia sibuk main judi atau berkumpul dengan teman-temannya. Waktu aku masih SMA, kami agak sering bertemu. Tetapi selalu saja pertengkaran kedua orang tuaku yang aku dengar.

=> Flashback <=    

“Harusnya aku tidak melahirkanmu!” bentak seorang yeoja yang tidak lain adalah eommaku

“Hei, Yoonji!!” tegur appa, tetapi dia tidak mau mendengarnya

“Benar-benar menyebalkan. Karena merepotkan, aku tidak ingin punya anak”

Sakit.. sungguh teramat sakit saat kata-kata itu terlontar mulus dari mulut ibu kandungku sendiri. Eomma hendak pergi ke luar dengan memakai pakaian minim

“Memakai baju itu lagi. Mau pergi ke tempat laki-laki, ya?”

“Cerewet terserah aku donk”

“YOONJI”

‘Aku tidak merasa pernah di urus olehmu, nenek tua’ batinku

“Kenapa kau tidak bisa bersikap seperti seorang ibu?”

“Aku mengandung anak sesuai dengan keinginanmu. Kau saja yang mengurusnya dan kalau kau tidak suka, kita cerai saja”

Eomma pergi. Appa dan eomma akan bercerai? Apa boleh buat, seks itu bisa dilakukan walaupun tanpa cinta. Tapi kalau tidak ada cinta, harusnya aku tidak di lahirkan.

>>>>>.<<<<<

“Yourin… annyeong” sapa temanku Lee Hyera sambil tersenyum

Ya, bagiku Hyera adalah teman pertamaku sejak aku masuk ke SMA ini. Sejak awal keadaan rumahku kacau. Karena aku harus menggantikan eomma mengerjakan pekerjaan rumah nilai-nilaiku buruk. Dan karena pakaianku berantakan, aku juga jadi sasaran penyiksaan. Ketika masuk SMA hanya dia lah yang menyapaku.

Waktu itu…

“Hei, benar dulu kau satu SMP dengan Kyu Jong oppa”

Aku tahu dia bukannya ingin berteman denganku. Tapi punya satu teman, masih jauh lebih baik daripada tidak ada, kan? Hari ini pun tujuan Hyera tetap sama.

“Apa kau sudah menanyakan pada Kyu Jong oppa, apakah dia sudah punya pacar atau belum?”

“Eh? Annio..”

“Dasar! cuma tanya segitu saja?!” bentak Hyera

“Mianhae…”

Tiba-tiba teman-teman sekelas Hyera yang lain memanggilnya untuk segera ke lapangan. Hari ini memang ada pertandingan tennis antar kelas, dan Hyera adalah salah satu anggota club tennis.

“Hyera, ayo cepat! sebentar lagi giliran kita!” ujar salah satu diantara mereka.
Hyera menatapku tajam sebelum berbalik meninggalkanku

“Tanyakan padanya hari ini. Kalau tidak, kita tidak usah berteman lagi!” ancamnya

Bagaimana ini? Sejak SMP aku memang satu sekolah dengan Kyu Jong sunbae. Tapi bukan berarti kami akrab. Kalau tidak salah dia ikut club basket.

Aku memasuki ruang club basket dan mendapati Kyu Jong sunbae sedang di ruang clubnya sendirian. Dia duduk di kursi, dan menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya. Sepertinya Kyu Jong sunbae sedang ada masalah.

“Annyeong sunbae” sapaku, dia tampak kaget dan berbalik menatapku.

“Siapa?”

“Ah.. aku dari kelas musik, namaku Han Yourin. Dulu kita satu SMP sunbae, apa kau kenal aku?”

“Hmm, ada perlu apa? Anggota club lain semua sudah kembali ke kelas masing-masing” tanyanya

“Anu, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan pada sunbae”

“Mweo?”

“Jangan katakan padanya bahwa aku yang ingin tahu soal ini. Aku tidak mau dia tahu sebelum aku menyatakan perasaanku padanya” kata-kata Hyera itu masih terlintas jelas di benakku

“Anu, apa sunbae menyuakai seseorang?”

“Hah?”

“Apa sunbae punya pacar?”

“Bagaimana ya?”

Sunbae tampak berpikir, lalu dia memperhatikan dadaku dengan tatapan yang tidak aku mengerti

“Aku bisa saja memberitahumu”

“Jeongmal?”

“Tetapi sebagai gantinya aku ingin memegang punyamu”

“Mweo?”

“Tidak apa-apa kan, kalau cuma itu?” katanya sambil menunjuk payudaraku

“Tapi..”

“Kalau begitu, aku tidak akan memberitahumu”

“Tanyakan padanya hari ini! Kalau tidak, kita tidak usah berteman lagi!”

“Sedikit saja.. kalau begitu…” kataku takut-takut, apa boleh buat.. aku sungguh tidak ingin kehilangan Hyera sebagai sahabatku satu-satunya.

“Tentu saja hanya sedikit” ujar Kyu Jong sunbae sambil tersenyum sinis. Aku hanya bisa pasrah.

Sunbae mulai menyentuh payudaraku lalu meremasnya dengan penuh nafsu

“Tunggu.. Jangan! Kumohon.. kamu bilang cuma memegang..” teriakku

“Tidak apa-apa, kamu suka padaku kan?” ujarnya yang kemudian mulai melakukan hal yang lebih dari itu. Dia mendorongku sampai dinding dan mengurungku dengan kedua tangannya.

“Sunbae, kumohon Jangan!”

Aku terus mencoba berontak, tapi sunbae malah menamparku dengan keras. Dia mulai mencium leherku dengan ganas dan meninggalkan tanda kiss mark disana lalu dia melakukan sesuatu yang lebih jauh lagi.

Karena takut pikiranku rasanya jadi kosong. Dan ketika tersadar, segalanya sudah berakhir. Dia telah merebut sesuatu yang paling berharga dalam diriku. Begitu sampai rumah, aku melihat appa yang tampak frustasi karena eomma tidak juga kembali. Tuhan? Sekarang aku harus berbagi pada siapa?

Aku memasuki kamar mandi dan mulai membersihkan diri, tapi percuma sekarang aku sudah kotor, keperawananku sudah direnggut olehnya.

Ketika aku kembali ke sekolah setelah beberapa lama absen, temanku Hyera… sudah tidak ada. Dia benar-benar tidak ingin berteman denganku lagi. Pupus sudah harapanku, aku merasa tidak punya siapa-siapa lagi di dunia ini.

Sejak saat itu aku berteman dengan kakak kelasku tapi ternyata mereka tidak jauh berbeda dengan Hyera. Dan aku tidur dengan semua kakak kelas yang dikenalkan padaku.

Aku tahu bahwa tidak ada cinta di antara kami. Tapi tidak apa-apa. Ibuku dan temanku semuanya tidak memerlukanku. Setidaknya sesaat ketika tubuh kami bersatu, mereka memerlukanku. Itulah yang ku pikirkan. Aku tidak butuh cinta.

=> Flashback end <=

>>>>>.<<<<<

Ketika aku menjadi seorang mahasiswa aku tetap tidak berubah, tidak perlu cinta sama sekali. Cinta itu bulshit, aku tidak butuh. Semua laki-laki hanya menginginkan seks.

Aku berlari menuju kelas karena sebentar lagi kelasku akan di mulai, tapi tiba-tiba saja aku bertabrakan dengan seseorang.

“Mianhae..” kataku, dan saat melihat wajahnya aku kaget.

Ternyata dia adalah Kyu Jong sunbae. Kenapa dia kuliah di universitas yang sama denganku?

“Han Yourin…” sapanya sambil tersenyum sinis

“Aku dengar gosip, di kampus ini katanya ada anak yang sering bolos di ruang kesehatan yang mau bercinta dengan siapapun. Anak itu, maksudnya kamu ya?”

“Mweo?”

Dia menyondongkan tubuhnya ke arahku

“Ah, ternyata benar kamu”

“Bukan?!!” kataku sambil menjauhkan tubuhku dari tubuhnya.

“Jangan-jangan setelah melakukan itu denganku, kamu jadi kecanduan ya?”

“Tidaaak…” teriakku

“Kalau begitu, ayo kita lakukan sekali lagi. Aku laki-laki yang pertama bagimu, kan?”

Dia mulai mencengkram erat tanganku dan hendak menciumku dengan paksa

“Hentikan!!” teriakku

“Apa yang kau lakukan?” tanya suara seseorang

Dia, dia adalah Kim Hyun Joong sunbae. Namja pertama yang aku kenal sejak pertama kali aku sering bolos di ruang kesehatan.

“Apa yang kau lakukan? Lepaskan dia, kalau kau tidak ingin aku laporkan pada rektor!” perintah Hyun Joong sunbae sambil menatap tajam ke arah Kyu Jong sunbae.

“Aish, bukan apa-apa” ujar Kyu Jong sunbae yang kemudian pergi

“Yaa! tunggu…” teriak Hyun Joong sunbae

Hyun Joong sunbae menatapku dengan tatapan khawatir

“Neo gwaenchanha?” tanyanya sambil menyeka air mataku

“Gwaenchanhayo, sunbae”

“Bagaimana kalau kita bolos di ruang kesehatan lagi, kajjha?!” katanya yang kemudian menarikku ke ruang kesehatan

“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanyanya sambil memberiku segelas air, dia tersenyum padaku. Senyuman manis yang selalu membuatku terpesona.

Aku yang sudah tidak tahan, pada akhirnya menceritakan segalanya pada sunbae bahwa aku pernah di perkosa oleh Kyu Jong sunbae. Juga tentang semua kakak kelas yang pernah berpacaran denganku

“Aish, pabo ya! kenapa kau tidak lebih cepat mengatakannya padaku?!” bentaknya

Hyun Joong sunbae tampak sangat kesal dan emosi, dia mengepalkan kedua tangannya

“Mereka itu benar-benar brengsek! Rasanya aku ingin mencekik leher mereka dan membuat mereka berlutut minta ampun!” bentaknya dengan wajah merah

“Sunbae…”

“Tentu saja aku tidak bisa melakukannya. Yourin, kau juga tidak ingin semua ini di ketahui publik, kan?”

“Ne, sunbae.. aku tidak mau!” kataku sambil terisak

“Kendeu, nan jigeum maeu seulpeun neukkim (tapi, aku merasa sangat sedih sekarang), Wae? Kenapa kamu tidak bisa lebih mencintai dirimu sendiri?” katanya sambil memelukku, pelukannya sangat hangat dan nyaman, sama seperti pelukan appa.

“Eh?”

“Kalau kau sedih dan kesepian, harusnya kau katakan semuanya padaku! Kenapa kamu bersedih sendirian? Padahal aku sayang padamu, choahae. Aku suka kamu sejak pertama kali kita bertemu disini. Lain kali kau tidak boleh seperti ini lagi, arraseo?!”

Dia menangis, Hyun Joong sunbae menangis karena menyayangiku. Nomu haengbok hada (aku sangat bahagia) karena aku telah bertemu dengan orang yang menyayangiku. Awalnya aku berpikir tidak ada orang yang seperti itu dimanapun. Tetapi ternyata kini aku menemukannya. Hyun Joong sunbae, dia lah orangnya.

“Mianhae, Jeongmal mianhae. Aku janji aku tidak akan seperti itu lagi, sunbae. Aku akan berubah”

Ne, Aku ingin berubah, walaupun eomma tidak menyayangiku dan appa lebih sering jarang di rumah untuk bekerja. Tapi ada orang yang menangis untukku seperti ini. Cinta itu, benarkah aku tidak membutuhkannya?

>>>>>.<<<<<

=> Three month later <=

Akhirnya aku mulai menganggap bahwa hidup ini ternyata indah, apalagi setelah aku bertemu dengan Kim Hyun Joong. Tentu aku sangat bahagia mempunyai namjacingu sebaik dan se perfect dia.

Ne, Hyun Joong sunbae, kini adalah namjacinguku. Selama ini aku semakin akrab dengannya dan ternyata dia mencintaiku

“Yourin saranghae, aku sudah tidak sabar ingin segera bertunangan denganmu.. lalu kita menikah“ ujar Hyun Joong oppa sambil tersenyum padaku.

Ya, aku sangat suka melihatnya tersenyum.. senyumannya sangat manis. Aku masih ingat bahwa pertama kali aku terpesona padanya adalah karena senyumannya.

“Sabar ya, rencananya kita kan mau bertunangan bulan depan dan juga menikah tahun depannya, lagipula kita masih muda dan aku janji akan slalu setia padamu because you’re my true love and I love you too “ jawabku sambil membalas senyumnya itu

“Arraseo, tapi aku benar-benar sudah tidak sabar?!” lanjutnya

“Oppa, sudah lama aku ingin menayakan ini. Kau tau sendiri kan, kalau aku sudah tidak suci lagi? Aku sudah sering di sentuh oleh namja lain, tapi kenapa oppa mau denganku?” tanyaku

Tapi dia hanya tersenyum sambil menatap mataku

“Karena aku sangat mencintaimu, Yourin. Jeongmal saranghae…” ujarnya

“Nado saranghae. Tapi kau juga janji ya oppa, kau tidak akan pernah berubah dan meninggalkanku, kan? “

Entah kenapa kata-kata itu tiba-tiba keluar dari mulutku

“Ya, aku akan terus seperti ini dan tidak akan pernah berubah dan aku akan selalu ada didekatmu, itu pasti karena aku ingin selalu bersamamu, chagiya “ jawabnya sambil menatap mataku

“Aku juga ingin slalu bersamamu, oppa. Kalau begitu sekarang ayo kita ngedate!“ kataku yang kemudian pergi berkencan dengannya.

Rasanya aku bahagia sekali bila berada di dekatnya seperti ini.

Hidupku yang dulu nya terasa hampa kini terasa indah karena Joongie oppa slalu bersamaku. Bagiku dia adalah sumber kebahagiaanku dan juga sumber semangatku sama seperti sahabat-sahabat baruku yang benar-benar tulus berteman denganku. Oppa slalu membuatku hidupku penuh warna, itulah yang membuatku merasa sangat nyaman hingga tiap saat aku ingin dia slalu ada di dekatku.

Aku sangat mencintai Hyun Joong dan juga slalu merasa cemburu bila wanita lain ada di dekatnya. Mungkin aku memang egois? Tapi aku begitu karena aku mencintainya sepenuh hatiku dan kuharap dia juga begitu, mencintaiku dengan tulus.

Satu minggu kemudian tepat di hari ulang tahun ku yang ke 20, Hyun Joong memberiku sebuah hadiah yang sangat indah, sebuah lagu yang katanya dia ciptakan sendiri untukku. Dia menyanyikan lagu itu tepat di acara pesta ulang tahunku sambil memainkan sebuah piano.

“Saengil chukae, chagiya….” ucapnya setelah selesai menyanyikan sebuah lagu

“Oppa, kurasa kau memiliki bakat dan suara yang sangat bagus tapi kenapa kau tidak menjadi penyanyi saja? Aku yakin pasti banyak sekali orang yang suka dengan warna suaramu itu?” tanyaku

“Sebenarnya menjadi seorang penyanyi profesional adalah impianku, tapi aku ini kan anak tunggal dan eomma juga sudah tiada. Jadi aku hanya ingin membuat appa bahagia dan bangga padaku. Karena itulah setelah lulus kuliah nanti, aku berencana untuk bekerja di perusahaannya karena ingin membantunya menjalankan bisnis keluarga” katanya,

‘tapi kenapa ya? Entah kenapa aku merasa saat ini oppa sedang berbohong padaku?’

Pada akhirnya aku menepis pikiran itu.

“Oh ya aku masih punya hadiah untukmu, ini terimalah…” ujar Hyun Joong oppa sambil memberikan kado itu padaku

“Apa ini?” tanyaku ingin tau

“Buka saja“

“Arra, aku buka ya?”

Aku pun membuka hadiah itu dan ternyata isinya adalah sebuah kalung berlian berbentuk bintang yang sangat indah

“Wah, yeoppo…, kamsahamnida oppa” Ucapku sambi tersenyum

“Uhuk uhuk!”

Tiba-tiba saja oppa terbatuk-batuk dan batuknya semakin hebat, seketika itu juga wajahnya berubah pucat

“Oppa, gwaenchanha?” tanyaku cemas tetapi dia hanya tersenyum

“Gwaenchanha”

“Jangan berbohong padaku oppa! Aku ini kan calon istrimu!”

“Anni, aku tak akan bohong. Memang sejak dulu aku memang lemah dengan udara dingin tapi kau tidak usah cemas chagiya, aku sudah terbiasa dan aku baik-baik saja jeongmal” katanya

‘Sudah terbiasa?’

“Jangan khawatir, chagiya!” katanya lagi sambil membelai lembut wajahku

“Smile, please!” lanjutnya

Aku pun tersenyum, kemudian aku membuka hoodie yang aku pakai dan kusodorkan hoodie itu kepadanya.

“Pakailah, biar lebih hangat!” kataku

“Anni. Itu terlalu kecil, tidak akan cukup untukku” ujarnya

“Tapi kau kan kurus oppa, jadi pasti cukup. Pakai saja!” paksaku sambil menatapnya galak

“Atau mau aku hangatkan dengan cara yang lain?” tawarku

“Maksudmu?” tanyanya sambil mengernyitkan dahi

Aku pun memberi isyarat tangan agar dia mengikutiku. Dia terus mengikuti langkahku sampai akhirnya kami tiba di kamarku.

“Ini kamarku” kataku yang kemudian membuka pintu

“Kau menyuruhku untuk tidur?” tanyanya polos

Aku pun tersenyum jahil. Aku berbaring di ranjang dan menarik Hyun Joong ke atas tubuhku. Kurangkul lehernya erat, lalu kucium bibirnya dengan dalam dan dia membalas ciumanku.

“Emmhh, jadi malam ini kau mau melakukan bagian itu denganku?” tanyanya di sela-sela ciuman mesra dan panas kami.

“Ne, kita tidur bersama biar tubuhmu hangat” jawabku

Hyun Joong menurunkan ciuman bibirnya ke leherku lalu dadaku dan membuat tanda kiss mark dimana-mana, dia juga melumat payudaraku dengan penuh nafsu. Sementara itu tanganku bermain untuk membuka seluruh pakaian yang dia pakai. Dia pun melakukan hal yang sama denganku, lalu setelah itu…..

#Mianhae ini hanya NC/17, jadi author skip#

Terangnya matahari pagi dari sela-sela pentilasi jendela mengusik tidurku yang nyenyak. Aku mulai membuka mataku perlahan dan kudapati Hyun Joong oppa masih tertidur pulas disampingku sambil memeluk erat tubuhku. Entah kenapa hari ini aku ingin sekali terus menatap Hyun Joong? Tidak disangka itu adalah firasatku.

Dua hari kemudian Appanya mengabariku, kalau Hyun Joong oppa masuk Rumah Sakit. Tentu aku sangat shock dan aku pun mengendarai mobilku dengan kecepatan tinggi menuju Rumah Sakit.

>>>>>.<<<<<

=> Author POV

Yourin menutup pintu mobilnya dengan kasar, dengan tergesa-gesa dia berlari menyusuri tempat parkir yang terasa panjang baginya. Pikirannya mulai kacau, Yourin sangat takut jika terjadi sesuatu pada Hyun Joong. Air mata sudah menggenang di pelupuk mata Yourin, dia bahkan tidak mempedulikan rasa lelah yang mulai menganggunya karena terus berlari.

“Aaaghhhtt” erang Yourin

Air mata yang sejak tadi Yourin tahan tumpah pada akhirnya, tiba-tiba saja Yourin terjatuh di koridor Rumah Sakit dan kakinya terkilir. Yourin memijat-mijat pergelangan kaki kanannya. Yourin mencoba untuk kembali berdiri, namun kakinya malah semakin terasa sakit hingga akhirnya dia kembali terjatuh.

“Apa-apaan ini? Tuhan, jangan bilang ini pertanda buruk?” gumam Yourin frustasi,

Perasaan Yourin semakin tidak enak. Sejak dulu dia sudah terbiasa berlari menggunakan high heels, janggal rasanya jika tiba-tiba dia terjatuh seperti ini.

“Yourin…”

Yourin mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara, suara itu tidak asing bagi Yourin. Dilihatnya seorang namja yang kini menatap cemas ke arahnya. Namja itu pun jongkok di depan Yourin, diletakkan kantong plastik berisi makanan dan minuman dilantai dan dengan cekatan namja itu memijat-mijat pergelangan kaki Yourin.

“Aaahhhtt” erang Yourin sambil menutup matanya sesaat

“Kakimu terkilir, harusnya jika mengenakan high heels kau tidak usah lari. Kajja, kita temui dokter biar dia mengobati kakimu dulu!” ujar namja itu

“Anniya, aku ingin melihat Hyun Joong oppa!” tolak Yourin

“Hah, dasar keras kepala!! Baiklah” ujar namja itu yang kemudian memapah Yourin menuju ruang inap Hyun Joong.

Yourin terpaku di tempat, dia semakin terisak melihat pemandangan yang terpampang jelas di depan matanya. Hyun Joong terbaring lemah tak sadarkan diri diatas ranjang rumah sakit dengan wajah yang begitu pucat. Berbagai macam alat medis tertempel di tubuh namjacingunya itu. Selang-selang infus, masker oksigen bahkan elektrokardiograf di samping ranjang itu membuat hati Yourin semakin teriris.

Dengan lunglai Yourin duduk di bangku kecil yang terletak tepat disamping ranjang. Di raihnya tangan Hyun Joong, tangan itu terasa begitu lemah.. tidak seperti biasanya.

“Hyung Joon sunbae”

“Ne?” tanya namja yang di panggil Yourin itu

“Sebenarnya oppa kenapa? Kenapa tiba-tiba masuk rumah sakit bahkan kedaannya…”

perkataan Yourin terhenti begitu matanya menatap elektrokardiograf yang menunjukan pertanda kritis

“Kemarin demamnya sangat tinggi, batuknya juga semakin lama semakin parah.. aku sendiri sampai tak tega melihatnya. Akhirnya ahjussi membawanya kemari, sekarang aku rasa dia sedang berbicara dengan dokter” cerita Hyung Joon

“Hyun Joong oppa, sebenarnya sakit apa?” tanya Yourin lagi

Terdengar suara seseorang membuka pintu. Yourin mengalihkan pandangannya ke arah pintu, lelaki paruh baya itu menghampiri Yourin dan Hyung Joon. Setengah berlari Yourin menyambut kedatangan namja itu. Sejak pertama kali berpacaran dengan Hyun Joong, Yourin memang akrab dengan Mr.Kim. Yourin langsung memeluk Mr.Kim dan tangisnya semakin menjadi.

“Yourin..” ujar namja itu sambil membelai rambut Yourin lembut

“Ahjussi sebenarnya oppa kenapa? Kenapa tiba-tiba dia masuk Rumah sakit?” Yourin mengulang pertanyaan yang sama pada Mr.Kim

Mr.Kim tersenyum, kemudian membingbing Yourin untuk duduk di sofa.

“Ahjussi, aku keluar sebentar ya?” izin Hyung Joon yang dibalas Mr.Kim dengan anggukkan dan Joon pun bergegas keluar dari ruangan itu.

“Ahjussi, katakan yang sebenarnya padaku!” desak Yourin

“Sebenarnya putraku sudah lama mengidap penyakit pneumonia yang sudah parah? Mianhae, ahjussi baru bisa menceritakannya sekarang karena selama ini Joongie yang memaksaku untuk tidak mengatakannya padamu, sebab dia tidak ingin melihatmu bersedih dan menangis saat kepergiannya”

“Mweo? Jadi itukah alasan sebenarnya kenapa dia sering bolos di ruang kesehatan?” tanya Yourin, dia benar-benar kaget dan menyesal karena baru mengetahui kenyataan itu hari ini.

“Ne” jawab Mr.Kim

“Jadi, sebenarnya oppa tidak seperti aku? Dia tidak sepertiku yang sering bolos di ruang kesehatan hanya karena malas berada di kelas?” tanya Yourin lagi dengan masih terisak

Mr.Kim memeluk Yourin dengan penuh kasih sayang “Berhentilah menangis, nak! Putraku tidak akan suka jika kau begini”

“Jadi ternyata dia sakit, pantas saat pertama aku bertemu dengannya wajahnya pucat dan badannya juga kurus. Tapi wae? Kenapa dia menutupinya dariku? padahal aku selalu menceritakan semua hal tentangku padanya dan kenapa aku begitu bodoh, tidak pernah menyadari hal ini?”

“Jangan marah padanya ya, Yourin? Silahkan kau bicara berdua dulu dengannya, ahjussi akan menunggu di luar” kata Mr.Kim yang kemudian pergi meninggalkan ruangan.

Yourin bangkit dari posisi duduknya kemudian kembali menghampiri Hyun Joong. Dia pun kembali meraih jemari Hyun Joong. Dadanya semakin terasa sakit dan sesak, pernyataan appa Hyun Joong barusan semakin menambah luka dihatinya.

Pertama kalinya Yourin meraih kebahagian malah berakhir seperti ini, berakhir dengan luka yang semakin dalam dihatinya yang sudah nyaris hancur berkeping-keping. Beberapa saat Yourin terdiam, lalu Yourin mendekatkan bibirnya pada kening Hyun Joong dan menciumnya.

“Oppa, ini aku datang. Irona, bangunlah untukku oppa jwebal!”

Setetes cairan bening tergelincir jatuh tepat di wajah Hyun Joong, namun hangatnya air mata Yourin tetap tidak mengusik kesadaran Hyun Joong, tak ada respon apapun dan tak ada sepatah kata pun yang bisa Yourin dengar dari suara indah namjacingunya.

Isak tangis Yourin mulai menggantikan suasana hening dan sepi di ruangan itu, dan kilasan masa lalu kembali berkelebat dalam kepala Yourin yang mulai terasa berat.

=> Flashback <=

Pukul 13.00. Yourin memasuki kelasnya dengan wajah datar dan dingin seperti biasanya, seketika itu juga bisikan-bisikan tak enak dari teman-teman sekelasnya itu mulai menganggu ketenangannya.

“Dasar pelacur tidak tahu malu, masih berani dia datang ke kampus ini!”

“Benar, kok bisa sih rektor masih mempertahankannya di kampus ini”

“Tentu saja, dia kan sudah pernah tidur dengan putra rektor!”

“Sungguh menjijikkan, bisa-bisanya Siwon oppa mau dengan dia”

Dengan kesal Yourin membanting tasnya ke atas meja, membuat semua mata tertuju padanya.

“Orang yang tidak tahu apa-apa seperti kalian, tidak usah berbicara macam-macam!” bentak Yourin yang kemudian berlari keluar kelas.

Yourin menyenderkan badannya di dinding koridor, dia benar-benar sudah tidak tahan, rasa sakit dihatinya semakin menjadi.

“Yaa! bisa membantuku membawakan buku-buku ini ke ruang kesehatan? Aigoo ini berat sekali, anak-anak itu sungguh merepotkanku!” ujar suara seorang yeoja yang Yourin kenal

Yourin menyeka air matanya. Dia membungkuk hormat lalu tersenyum pada yeoja berumur 30 tahunan itu dan mengambil sebagian buku dari pangkuannya.

“Ne, Lee songsaenim” kata Yourin

-Ruang Kesehatan-

=> Yourin’s POV

Aku mengikuti langkah Lee Minyoung songsaenim, sampai akhirnya kami tiba di ruang kesehatan. Terdengar suara beberapa orang yang sedang mengobrol disana.

“Aku tidak bohong So Yeon-ah, dia itu juga mencintaimu. Nanti kalau sudah jadian dengannya kau harus mentraktirku, Arra!”

“Masa sih, oppa? Jangan menggodaku ah!”

Aku terkejut begitu melihat 4 orang yang tengah duduk di salah satu ranjang. Seorang namja tampan dan juga.. Red Butterfly. Benar aku tak salah ingat, mereka adalah Red Butterfly.. salah satu gang terpopuler di kampus ini. Gang yang terdiri dari 3 orang yeoja cantik, So Yeon, Hye Jin dan juga Se Ryung.

“Taruh saja diatas meja sana!” suara Lee songsaenim menyadarkanku, aku pun menuruti perkataannya.

“Songsaenim, anda sudah kembali!” tanya Se Ryung menyambut kedatangan Lee songsaenim

“Ne, buku-buku yang kalian pesan itu sudah aku bawakan” jawab songsaenim sambil tersenyum

“Gomawo, songsaenim” kata Se Ryung yang mulai memilih-milih buku

Aku mengalihkan pandanganku ke arah So Yeon dan Hye Jin yang masih duduk di ranjang. Dan namja itu, kenapa dia terus menatapku seperti itu?

“Yaa, oppa! Jangan bilang kau tertarik padanya? Astaga, ternyata benar semua namja di kampus ini akan langsung tertarik pada Han Yourin padahal aku kan tidak kalah cantik. Tidak bisakah kau menyukaiku oppa, bukankah oppa juga sudah tau seperti apa perasaanku padamu!!” rengek Hye Jin yang tampak kesal

‘Ya Tuhan aku tidak ingin mendapat masalah lagi, apalagi musuh baru seperti Red Butterfly. Kumohon, jangan menambah masalahku Tuhan!’

“Mianhae, Hye Jin. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri dan juga kalian, yeoja itu sungguh cantik” puji namja yang tengah duduk di samping So Yeon dan Hye Jin itu sambil tersenyum padaku

‘Kenapa ini? kenapa tiba-tiba jantungku berdebar kencang?’

“Han Yourin memang siswi tercantik di kampus kita, oppa” sambung So Yeon

“Bukan hanya wajahnya yang cantik, dilihat sekilas pun orang-orang akan langsung tau kalau bodynya juga bagus. Benar kan Han Yourin?” lanjutnya

‘Glep’ aku refleks menelan ludahku sendiri, sungguh aku tidak ingin mencari masalah dengan Red Butterfly, mereka itu adalah nappeun yeoja pembuat masalah

“Kemarilah Han Yourin!” ujar So Yeon sambil tersenyum,

Dengan perasaan takut aku pun menghampiri mereka, ternyata wajah ketiga orang di depanku ini sangat pucat. Se Ryung yang sudah membawa sebuah buku dan menghampiri kami juga wajahnya pucat. Sedangkan Lee songsaenim, kulihat memasuki sebuah ruangan tempat obat-obatan tersimpan.

“Ka.. kalian sakit ya? Wajah kalian pucat?” tanyaku yang tidak tau harus berkata apa

“Hahaha, kau tertipu juga rupanya. Ini hanya make up!” ujar Se Ryung di selingi suara tawanya

“Hanya make up?” tanyaku setengah tak percaya. Bagaimana tidak, wajah dan bibir mereka putih, mata mereka sayu dan tampak lingkaran hitam disekitar mata-mata itu.

“Benar, Lihat saja!” sambung Hye Jin.

Dia menghapus bibirnya dengan sapu tangan dan ternyata bibirnya itu kembali berwarna merah. Setelah itu Hye Jin membersihkan sisa make up di wajahnya dan wajahnya kembali bersinar.

So Yeon dan Se Ryung juga melakukan hal yang sama. Astaga jadi mereka semua hanya berpura-pura, tapi kenapa songsaenim tidak menyadarinya?

“Ini semua adalah kerjaan So Yeon, dia benar-benar pintar merias wajah mereka seperti itu. Kau juga setuju denganku kan Yourin, wajah pucat mereka itu telihat nyata” sambung Lee songsaenim sambil membawa 2 bangku

“Duduklah!” lanjutnya, dan aku pun menurut.

“Jadi kalian semua membolos?” tanyaku

“Tidak semua, Hyun Joong oppa…” kata So Yeon

‘Hyun Joong oppa?’

“Aaaw, apha!”

“Wae, So Yeon? Kenapa tiba-tiba meringis?” tanyaku bingung

“Se Ryung, mencubit pinggangku..” jawabnya

“Eh? Eonnie, aku tidak…” Se Ryung tidak melanjutkan kata-katanya, dan sesaat kemudian dia melanjutkan

“He he, iya! Aku barusan mencubit pinggangnya”

‘Aneh sekali mereka’ pikirku

“Annyeong, pertama kali bertemu. Kim Hyun Joong imnida!” ujar namja tampan itu sambil tersenyum padaku

“Ne, aku Han Yourin. Salam kenal!” kataku

“Tapi aku tidak pernah melihatmu sebelumnya” lanjutku

Aku memang belum pernah bertemu dengannya, padahal aku sudah setengah tahun kuliah disini dan hampir mengenal semua mahasiswa yang ada disini. Aku sendiri heran, setidaknya seandainya dia seniorku dan dia mengambil jurusan yang berbeda denganku pasti sekali-kali bertemu, kan? Entah itu di kantin, tempat parkir, taman ataupun di perpustakaan.

“Hyun Joong oppa adalah mahasiswa baru, dia senior kita dan dia baru dua bulan kuliah disini, selain itu jadwal kuliahnya selalu berbeda denganmu. Jadi wajar jika kau tidak pernah bertemu dengannya” sambung Hye Jin sambil menyenderkan kepalanya ke bahu Hyun Joong

“Oh, Arra. Keunddae, songsaenim” kataku

“Ne?”

“Apa tidak apa-apa mereka membolos?” tanyaku sambil menunjuk keempat orang itu satu persatu

“Tentu saja, tidak apa-apa” jawabnya

“Kok, gitu?” tanyaku bingung, tentu aku bingung.. kok ada sih guru yang tidak mempedulikan sikap murid-murid yang tak mentaati tata krama seperti ini?

“Aku adalah seorang ibu, jadi aku mengerti sikap anak-anak zaman sekarang. Jika mereka malas berada di kelas karena tidak suka dosennya atau mata kuliah tertentu, mereka tidak akan fokus belajar. Jadi akan percuma juga bila dipaksaan” jawabnya

Benar kata songsaenim, aku juga sama. Ketika dosen tertentu mengajarkan materi yang tidak aku sukai, aku tidak bisa berkonsentrasi, pikiranku kemana-mana hingga matkul itu susah sekali menempel di otakku.

“Tampaknya Yourin-ssi juga senang membolos ya sekarang?” tanya Hyun Joong sunbae

“Sunbae, tidak usah memanggilku secara formal seperti itu, panggil saja aku Yourin” kataku

“Arra, akan ku panggil kau Yourin-a” ujar Hyun Joong sunbae

“Oppa, kau benar-benar menyukainya ya?” tanya Hye Jin,

‘Ottokhae? Aku tidak mau yeoja jutex dan galak ini menjadi musuhku’

“Arra. Terserah oppa, aku akan bahagia bila oppa bahagia” lanjut Hye Jin

‘Hah? Tak kusangka yeoja seperti Hye Jin adalah gadis yang pengertian, keunddae apa benar Hyun Joong sunbae menyukaiku? Anni, semua lelaki sama.. mereka hanya mengiginkan sex, lagipula kenapa aku merasa senang, bukankah aku tidak butuh cinta?’

“Aaah, nyenyak sekali tidurku!” ujar suara seseorang

Seorang namja keluar dari ruangan lain. Yang aku tau ruangan itu nyaris seperti sebuah kamar di rumah sakit. Ruangan yang lengkap dengan alat-alat medis dan juga terdapat kamar mandi didalamnya.

“Young Saeng oppa, lama sekali tidurmu. Dari jam berapa kau tidur, ha?” tanya Se Ryung yang kemudian bergelayut manja di lengan kekar namja yang bernama Young Saeng itu.

Ternyata aku juga belum mengenal namja itu sebelumnya, tapi kedekatan mereka berdua itu? Mungkinkah mereka berpacaran?

“Dari jam 9 kok, chagiya. Itu tidak lama” jawab namja itu

‘Ternyata mereka memang sepasang kekasih’

Sejak saat itu aku semakin akrab dengan mereka berlima. Sulit dipercaya aku bisa akrab dengan Red Butterfly, Heo Young Saeng dan juga Hyun Joong sunbae. Pertama kalinya aku merasa bahagia, kedekatanku dengan mereka benar-benar membuatku nyaman.

Sekarang warna dihidupku bukan hanya abu-abu saja, ada banyak warna dihidupku sejak aku berteman dengan mereka, seperti warna pelangi. Aku senang karena mereka menerimaku apa adanya, berteman denganku dengan ketulusan hati mereka. Pertama kalinya merasa dicintai dan disayangi.

‘Tuhan, terimakasih telah menghadirkan mereka semua di hidupku. Aku sungguh bahagia!’

>>>>>.<<<<<

Tumben ruangan kesehatan sepi. Kemana So Yeon dan yang lain? Dan kenapa suhu udara disini panas sekali? Aigoo, aku benar-benar kepanasan. Kenapa Lee songsaenim menyalakan mesin penghangat dengan suhu sepanas ini sih?

“Yourin, datang untuk membolos lagi?” tanya Lee songsaenim

“Ne, songsaenim. Hye Jin dan yang lain tidak kemari?” tanyaku

“Anni. Hari ini adalah pelajaran favorit mereka, jadi mereka tidak kemari” jawabnya

“Oh” kataku singkat

“Yourin-a, kenapa kau keringatan? Apa kau sakit?” tanya songsaenim dengan cemas, lalu segera menempelkan telapak tanganya di keningku

“Tidak demam” lanjutnya

‘Andai saja kau yang menjadi eommaku songsaenim. Aku pasti akan menjadi seseorang yang paling bahagia di dunia ini’ pikirku, kurasakan cairan hangat membasahi pipiku

“Sekarang kenapa kau menangis? Tidurlah, aku akan memeriksa kesehatanmu” ujar songsaenim

“Aku tidak sakit, songsaenim” jawabku

“Mungkin aku memang sakit, tapi sakitnya hanya disini dan tidak terlihat” kataku sambil menekan dadaku yang terasa sangat sesak dan sakit,

“Luka dihati, hmm?” tanyanya sambil tersenyum, aku hanya sanggup mengangguk lemas

“Yourin, bila hatimu terasa sakit berbagilah dengan yang lain. Jangan memendamnya sendiri!” ujar songsaenim,

Akhirnya tangisku tumpah, lalu kurasakan songsaenim memelukku dengan hangat.

“Ingatlah Yourin, kau tidak sendirian! Songsaenim akan selalu ada untukmu, begitupula dengan Hyun Joong, Young Saeng dan Red Butterfly. Percayalah padaku, jika kau mengungkapkan semua perasaan yang selama ini kau pendam sendiri di dalam hati, kau akan merasa lega” katanya

“Ne, lain kali aku akan cerita pada kalian!” kataku, lalu songsaenim tersenyum dan menghapus air mataku.

“Kalau begitu jangan menangis lagi, ya? Belakang ini songsaenim senang sekali?”

“Kenapa?”

“Karena kau tidak menyembunyikan wajah cantikmu lagi”

“Maksud songsaenim?”

“Senyummu. Kau sangat cantik kalau tersenyum. Akhirnya aku bisa melihat senyummu, Han Yourin. Senangnya melihat Yourin yang terlihat bahagia jika sedang bersama dengan mereka”

“Songsaenim, gomawo!” kataku yang kemudian memeluknya lagi dan songsaenim mengecup puncak kepalaku dengan lembut

‘Eomma, bahkan tidak pernah memperlakukanku seperti ini’

“Soangsaenim”

“Ne?”

“Kenapa hari ini suhu diruangan ini sangat panas?”

“Lihatlah pemandangan di luar sana!” ujar songsaenim

Aku mengalihkan pandanganku ke arah samping, dari jendela itu bisa kulihat pohon maple yang hanya tinggal menyisakkan beberapa helai daun. Benar, sebentar lagi musim dingin tapi suhu ini apa tidak terlalu panas?

“Di dalam ada pasienku, dia memiliki asma dan Hyun Joong…”

“Aku bosan berbaring terus!” sebuah suara memotong perkataan Lee songsaenim

“Songsaenim, jangan suruh aku berbaring lagi, ne? Lagipula aku sudah baikkan” lanjut suara itu

Aku pun mengarahkan pandanganku ke arah sumber suara, seorang namja keluar dari ruangan tempat Young Saeng tidur waktu itu dan disusul dengan langkah Hyun Joong di belakangnya.

“Jung Min hyung, kau jangan berbohong!” tegur suara seorang namja yang baru saja muncul dari balik tubuh Hyun Joong

“Aku tidak bohong, Joon-ah” ujar namja itu lagi

“Arra. Terserah kau saja Jung Min-a” sambung songsaenim

“Yourin” sapa Hyun Joong yang langsung menghampiriku, lagi-lagi dia bolos. Kenapa dia suka sekali membolos sih? Apa dia tak takut ketinggalan pelajaran

“Han Yourin?” ujar namja yang bernama Jung Min itu

“Kau mengenalnya?” tanya Joon dan Hyun Joong bersamaan

“Tentu saja, payah sekali jika kalian tidak mengenal yeoja cantik ini” jawab namja itu sambil tersenyum

“Aku mau keluar sebentar untuk membeli beberapa obat, kalian jangan nakal ya?” ujar songsaenim sambil menatap Hyun Joong dan Jung Min dengan tatapan yang tidak aku mengerti

“Ne, songsaenim” kata tiga namja itu serentak dan Lee songsaenim pun keluar dari ruang kesehatan

“Yourin, kenalkan ini saudara sepupuku, Kim Hyung Joon. Dan dia sahabatku, Park Jung Min” kata Hyun Joong memperkenalkan kedua namja itu padaku

Jung Min semakin mendekat padaku, lalu berbisik di telingaku

“Han Yourin, besok maukah kau melakukan itu denganku?” tanyanya

‘Sudah kuduga, semua laki-laki sama saja’

“Boleh, tapi setelah itu aku akan dapat apa?” balasku

“Apapun yang kau mau, chagiya?” katanya

“Oke, deal. Aku mau uangmu, boleh kan?”

“Tentu, terserah kau mau berapa?”

“Gomawo” kataku senang

“Kalian sedang berbisik apa sih? Membuat kesal saja” ketus Hyun Joong

“Kesal apa cemburu, hyung?” goda Hyung Joon

“Yaa, Kim Hyung Joon!!” bentak Hyun Joong sambil melotot

“Ne, arra. Mianhae” kata Joon pula

“Jika kau seperti itu lagi, akan ku suruh So Yeon untuk memutuskan hubungannya denganmu!” ancam Hyun Joong

“Andwee, jangan pisahkan aku darinya. Aku sangat mencintainya, hyung” kata Joon dengan wajah memelas diikuti senyum penuh kemenangan dari Hyun Joong

“Annyeong, aku Han Yourin!” kataku sambil tersenyum semanis mungkin.

Karena tidak tahan dengan suhu udara yang panas ini, tanpa ragu sedikitpun aku membuka blezer yang aku kenakan, kemejaku dan juga celanaku. Aku ingin tau bagaimana reaksi mereka nanti, kulihat mereka bertiga bengong dan nyaris tak berkedip. Sekarang aku hanya memakai teng top dan celana pendek setengah paha. Senyum sinis terukir dibibirku saat kulihat ketiga namja itu kini mengeluarkan darah dari lubang hidung mereka.

“Ternyata benar, kau sangat sexy! Dadamu juga tampaknya sangat padat dan berisi” kata Jung Min

“Yaa, Park Jung Min! Kenapa kau sampai mimisan begitu, memalukan sekali?” ujar Hyung Joon

“Lihat dirimu! Kau pikir hanya aku yang mimisan, kau dan Hyun Joong juga sama saja” sanggah Jung Min sambil menyeka darah itu dengan tangannya

“Hyaaa, aku harus segera mengambil tissu!” kata Joon yang langsung berlari ke ruangan Lee songsaenim

Kulihat Jung Min yang terus memandangku dengan tatapan penuh nafsu, dia pun semakin mendekat ke arahku. Sementara itu setelah menyeka darah di hidungnya, Hyun Joong berjalan ke arahku mendahului Jung Min. Tatapannya terlihat begitu dingin dan menakutkan.

‘Plakk’ kurasakan perih dipipi kananku, sudut bibirku robek dan berdarah

“Pabo! Jangan memancing hawa nafsu kami, Han Yourin!!” bentaknya yang langsung melepas blazernya lalu memakaikannya padaku. Setelah itu dia berlari dan mematikan mesin penghangat itu.

“Ah, payah kau Joongie!” keluh Jung Min

“Dengan begini kau tidak akan kepanasan lagi!” katanya

Aku terkejut, tak kusangka reaksinya akan seperti ini. Saat itulah aku mulai menyadari kalau Hyun Joong berbeda dengan namja lain. Dia ingin melindinguku. Benarkah yang aku lihat ini? Benarkah dia begitu peduli padaku?

“Jangan lakukan hal seperti itu lagi, Arra!” bentaknya

“Wae? Memangnya kenapa, ha? Apa pedulimu? Dan kenapa kau menamparku, hah?” bentakku diselingi isak tangis.

“Karena aku peduli padamu. Karena aku menyayangimu, aku ingin melindungimu Han Yourin” katanya sambil menatapku lalu menyeka air mata di pipiku

“Mianhae, aku tidak bermaksud menamparmu” lanjutnya

Aku hanya bisa menangis, bukan karena rasa sakit dipipiku tapi karena aku bahagia. Aku sangat bahagia karena dia memperlakukanku seperti ini.

“Hikz hikz”

“Uljima!” bisiknya di telingaku

Aku pun memeluknya, menempelkan kepalaku di dadanya yang bidang. Hatiku terasa hangat, aku merasa sangat nyaman didalam pelukannya.

“Gomawo”

=> Flasback end <=

“Oppa..”

Yourin terus berbisik sambil terus memperhatikan wajah namjacingunya itu. Yourin semakin merasa takut, karena seluruh tubuh Hyun Joong mulai terlihat membiru.. salah satu pertanda bahwa organ paru-parunya sudah mulai membusuk.

“Kajima, jangan tinggalkan aku!” lanjut Yourin dengan suara lirihnya

Tiba-tiba Yourin merasakan getaran yang bergerak di ujung-ujung jarinya. Perlahan sekali kelopak mata itu terbuka.

“Yourin…” desis Hyun Joong lemah

“Iya, ini aku oppa” ujar Yourin dan seyuman Hyun Joong kembali menghiasi bibirnya

“Uljima Yourin!” perintah Hyun Joong sambil mengenggam erat tangan Yourin

“Anni, oppa. Aku tidak menangis”

“Jagan bohong! Dan kenapa kau ada disini? Pergilah, nanti kau tertular!”

“Anni. Aku ingin tetap disini”

“Pergilah, aku tidak ingin kau tertular. Aku mengidap pneumonia, tau. Jadi sebaiknya kau pergi, chagiya!” bentak Hyun Joong

“Shireo! Aku sangat mencintaimu oppa, jadi aku tak peduli walaupun aku tertular nantinya”

“Kau memang sangat keras kepala. Baiklah terserah, kau!”

“Boleh, aku tidur disampingmu?” tanya Yourin

Hyun Joong menggeser tubuhnya, menyisakan ruang untuk yeojacingunya itu.

“Ne, naiklah!”

Yourin pun menaiki ranjang itu. Dia menaikan selimut ke atas membuat seluruh tubuh keduanya tertutupi oleh selimut itu. Yourin tersenyum sambil menatap wajah pucat Hyun Joong dengan lekat.

“Maukah kau memaafkanku?”

“Kau tidak bersalah oppa, jadi untuk apa meminta maaf?”

“Karena aku telah merahasiakan ini darimu dan akan segera pergi meninggalkanmu”

“Jangan berkata begitu oppa! Kau akan sembuh, kau pasti akan sembuh, oppa!” teriak Yourin

Hyun Joong melepas masker oksigen yang dipakainya. Dia membelai rambut Yourin lembut lalu mencium bibir Yourin selama beberapa menit. Tanpa takut tertular, Yourin pun membalas ciuman Hyun Joong itu.

“Ahhhggtt” erang Hyun Joong kesakitan, dadanya terasa begitu sesak dan sakit

“Oppa, pakailah lagi masker oksigennya!” saran Yourin, dan dia pun kembali menempelkan masker oksigen itu di mulut Hyun Joong.

Yourin bangkit dari posisi tidurnya

“Uhuk uhuk”

Hyun Joong kembali terbatuk-batuk, keringat dingin membasahi seluruh wajahnya.

“Oppa, sebaiknya kau duduk saja.. dengan begitu batukmu akan sedikit berkurang!” lanjut Yourin

Yourin membantu Hyun Joong untuk duduk, tetapi percuma.. batuk Hyun Joong tidak juga mereda. Yourin memeluk Hyun Joong yang terlihat menderita.

“Aku akan membuatmu hangat” ujar Yourin,

Hyun Joong tersenyum getir, diam-diam dia kebali melepas masker oksigen yang menganggunya.

“Uhuk uhuk”

Dengan rasa sakit yang teramat sangat didanya Hyun Joong menempelkan telapak tangannya ke mulutnya, dan detik berikutnya tangan itu sudah penuh dengan darah beserta dahaknya. Hyun Joong semakin sulit bernafas karena rasa sesak dan sakit didanya.

Nafas satu-satu yang terdengar berat dari mulut Hyun Joong membuat Yourin semakin cemas, diapun melepas pelukannya. Yourin semakin panik melihat ada banyak noda darah disekitar mulut Hyun Joong. Secepat kilat Yourin memencet tombol darurat disampingnya.

“Oppa” Yourin menatap nanar telapak tangan Hyun Joong yang sudah penuh dengan darah

“Aku sudah tak kuat, mianhae…” kata Hyun Joong  terputus-putus

“Uljima, aku tidak ingin melihat airmatamu saat menjelang akhirku! Jadi kumohon tersenyumnlah, karena oppa akan selalu bersamamu, oppa akan selalu ada di dalam hatimu!”

“Arra, aku tidak akan menangis lagi oppa” kata Yourin mencoba untuk tersenyum

Derap langkah beberapa orang semakin mendekat, Yourin pun segera turun dari ranjang.

“Bertahanlah, oppa!”

“Aku.. Yourin aku..” ucapan Hyun Joong terputus-putus, dan kesadarannya mulai menghilang

“Tolong anda keluar dulu, agassi!” ujar seorang suster

Yourin mengangguk lemah, dia kembali menoleh ke arah Hyun Joong sebelum akhirnya keluar dari kamar itu.

“Dokter, sepertinya paru-parunya sudah penuh dengan darah dan juga cairan lainnya” teriak seorang suster

“Andwee” Yourin menggeleng sambil melihat ke dalam dari kaca pintu

“Kita keluarkan semuanya! Siapkan alatnya, suster!” perintah dokter itu

Yourin merasakan tubuhnya melemah, perlahan tubuh Yourin pun merosot hingga akhirnya dia terduduk didepan pintu. Isak tangisnya semakin kencang, dia pun menutup mulutnya untuk meredam suara tangisnya.

>>>>>.<<<<<

=> Yourin’s POV

Sudah dua hari. Kapan kau akan siuman, oppa? Aku sangat merindukanmu, bangunlah oppa! Ayo kita pergi bersenang-senang lagi! Bukankah waktu itu kau bilang padaku, kalau kau sudah tidak sabar untuk menikah denganku?

“Cepatlah sembuh, oppa!”

Kugenggam lagi tangan lemah itu, tangan namjacinguku. Namja yang paling aku cintai di dunia ini. Tiba-tiba aku merasakan jari-jari tangannya yang sudah kembali bergerak, perlahan mata itu kembali terbuka. Selang beberapa menit dia tersenyum lembut padaku.

“Chagiya..” ujarnya dengan suara lirih

“Ne?”

“Kenapa wajahmu pucat? Pasti kau kelelahan karena terus menjagaku, kan?” tanyanya masih dengan nada suara yang pelan

“Tidurlah, tidurlah disini! Aku tidak mau kau sakit!” lanjutnya

“Anni, dokter bilang kondisimu sangat lemah. Jadi aku disini saja”

“Waktu itu, apa kau langsung memeriksakan kesehatanmu ke dokter?”

“Untuk apa, oppa?”

“Pabo! Jadi kau tidak melakukan itu, bagaimana kalau kau tertular penyakitku?”

“Kan sudah aku bilang kalau aku tak peduli!” tegasku

“Kalau begitu aku juga tidak peduli. Ayo tidur disampingku, jika kau tidak mau aku akan kabur dari tempat membosankan ini!” ancamnya

Akhirnya karena tidak mau hal itu terjadi, aku menuruti kata-katanya. Aku kembali tidur disampingnya, lalu Hyun Joong menaikan selimutnya hingga akhirnya selimut itu menutupi tubuh kami. Dengan jarak sedekat ini aku bisa mendengar dengan sangat jelas suara detak jantung Hyun Joong yang semakin melemah. Lagi-lagi aku menangis, aku hanya bisa menangis dan menangis tanpa sanggup melakukan apapun untuk menolongnya.

“Dengan adanya Yourin disampingku, sekarang aku bisa pergi dengan tenang” ujar oppa sambil memejamkan matanya.

“Oppa, oppa jangan pejamkan matamu!” perintahku semakin takut

Andwe, aku merasakan detak jantungnya mulai menghilang dan wajahnya juga semakin pucat.

“Saranghae yongwonhi..” bisik Hyun Joong oppa lemah

“Nado saranghae, oppa”

Oppa tersenyum dan setetes air mata meluncur membasahi pipi pucatnya. Kini aku merasakan nafasnya turun secara teratur, tidak ada kesakitan yang terlihat seperti hari itu dan aku sudah tidak bisa mendengar detak jantungnya lagi. detik berikutnya bunyi nyaring dari alat medis di samping ranjangnya mengejutkanku. Saat itulah aku tersadar kalau oppa sudah pergi.

“Yourin dimana kau? Apa yang terjadi?”

Suara Ahjussi terdengar sayup-sayup di telingaku, tubuhku terasa lemas, kepalaku terasa berat, wajah putih Hyun Joong oppa perlahan tak terlihat lagi olehku dan sedetik kemudian yang aku lihat hanyalah kegelapan.

>>>>>.<<<<<

Ternyata selama ini aku salah, aku butuh cinta bukan sebaliknya. Tapi cintaku sudah pergi. Kini aku merasa sudah tidak ada alasan lagi untukku hidup.

Hatiku lebih hampa dari sebelumnya, kosong.. tidak ada lagi rasa yang tersisa. Dan pada akhirnya aku semakin membenci hidup ini. Apa artinya hidup tanpa Hyun Joong oppa disisi ku? Hidup ini hanya menyiksaku, membuatku sulit untuk bernafas dan tersenyum dari dalam lubuk hatiku biarpun semua orang disekitarku tidak pernah lelah untuk menghiburku.

Sudah aku putuskan, di pantai ini aku akan mengakhiri semuanya, mengakhiri kehidupanku yang kejam. Berharap jika ada kehidupan yang kedua, aku ingin terlahir sebagai putri Lee Minyoung songsaenim lalu menjadi istri Hyun Joong oppa dan hidup bahagia untuk selamanya seperti dalam cerita-cerita dongeng. Tapi kurasa ini hanya harapan kosongku, karena hidup dan mati hanyalah satu kali dan tak akan pernah terulang.

Pantai terasa hening dan sepi saat ini, membuatku bisa dengan bebas melangkah semakin jauh dari pesisir menuju lautan luas yang paling dalam.

‘Hyun Joong oppa, tunggulah! Aku akan segera datang sebentar lagi’

Sungguh gelap di dalam sini, aku merasakan air laut sudah memenuhi paru-paruku. So Yeon-ah, Hye Jin, Se Ryung, aku melihatnya lagi. Hyun Joong oppa dia ada disampingku, dia terlihat sangat tampan dengan pakaian serba putih itu. Senyumnya masih terlihat sama, kini aku bisa tersenyum lagi.

‘Selamat tinggal songsaenim, selamat tinggal Red Butterfly. Selamat tinggal semuanya’

_THE END_

Huaa, author nangis pas bikin ending fanfic ini TT.TT. Yang tidak suka sad ending, mianhae. Mau bagaimana lagi dari awal emang pengen dibikin begini *ditendang reader*. Mohon maaf juga jika ada typo atau ceritanya nggak nyambung. Okay, Give me a critic or comment please, thankyou?! :D


About these ads

17 responses to “I Don’t Need Love

  1. Mian onni,aqu tak snggup bcnya.dri ratenya aja udh nc17.umurqu msih 14taon jdi aqu tkut bcanya /plak jd ada bbrp adgan yg aqu skip bcanya
    Tp knpa sad end?aqu kn jd sdih :'(

  2. @Lovelyjinkyshinee : Ne, T.T
    @eun seon : soalnya Yourin nya cinta banget sama Hyun Joong oppa
    @asri : Mian, ne.. malang banget nasibnya Yourin
    @minkijaeteuk : Mian, ne.. Kyu jong mang tega banged T.T
    @park nahyun : terlalu cinta dia, aku jg klo jd Yourin mendingan hidup
    @ cho minhae : Oh baru 14th to? ga apa2 ko saeng.. mian klo jd sedih jg ^^
    @Min : ne, tp ga jd di protectnya ^^

    Gomawo dah baca and comment all ^^

  3. huwaa sedih bgt ff nya, authorna daebak.. pinter bikin orng nangis
    V knpa main cast ny, d’bikin mati smua?
    thor, bikin ff SS501 yg lbh seru lg ya?
    d tunggu lho..

    • Akhirnya ketemu triple’S jg *senengnya*
      Mianhae, emng udh Keinginan ku mau bikin tragis begitu/plak…
      Ne, aku usahakn kedepan nya bikin cerita SS501 yg lebih seru lagi ^^

      Gomawo udh baca & koment

  4. hwaaaaa hikz hikz hikz
    sedih bgt endingnya
    tp sedikit vulgar yaw hehehe
    jd malu bayangin
    kyu jong pas lg maksa
    tp semuannya keren
    authornya daebak

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s