Loving You part 12

Title: Loving You

part : 12 of 13

author:Min

Disclaimer: Tokoh yang ada dalam FF ini adalah diri mereka sendiri . Cerita ini hanya khayalan, tak ada maksud apapun dalam FF ini.FF ini,asli buatan saya, yuuri66 © 2010.

‘Loving You’ adalah ff berchapter ketiga saya :)

000

Kakiku terlalu berat untuk melangkah maju. Terlalu menyakitkan untuk berjalan kearah mereka. Walaupun mereka telah mengulurkan tangannya untukku.  Kutundukan wajahku. Tak berani aku mengangkatnya kembali, walau hanya sekilas. Walupun hatiku berteriak untuk melihat dan berjalan kearah mereka tapi sebagian hatiku berteriak untuk pergi menjauh. Mereka bukan siapa – siapaku.Bukan keluargaku. Tak pantas rasanya kalau berada disamping mereka.

Tak terasa air mata mulai mengalir pelan dipipiku. Perlahan kakiku berjalan mundur. Aku tidak bisa mengontrol perasaanku. Aku berbalik dan berlari pergi.

“Ya!!Yuuri!!” terdengar teriakan Junsu oppa yang meneriaki namaku.

Aku terus berlari. Tangisku semakin tak terkendali. Aku tak mau menoleh.Walaupun terdengar teriakan yang terus memanggilku. Gerakan kakiku terhenti. Kurasakan tangan besar dan kuat sudah merangkul tubuhku. Samar  – samar terdengar suara yang kurindukan.

“Kau mau kemana??Untuk apa kau berlari pergi hah??” suara itu terdengar marah tapi ada getaran khawatir disetiap kata- kata yang terucap.

‘Jj oppa…’

Aku hanya menangis dan terisak. Aku berusaha untuk meronta tapi usahaku sia – sia. Lengan itu terlalu kuat merangkul tubuhku.Tiba – tiba kurasakan seorang lagi yang memeluk tubuhku. Tangan yang memelukku itu terasa hangat dan nyaman.

“Kau jangan pergi!!” suara serak dan agak berat. Suara Yoochun oppa. Ya itu suaranya.

“Kenapa kau suka sekali membuat kami khawatir hah??”

‘Yunho oppa …’

“Adik macam apa kau??Membuat semua kakakmu khawatir hah??”

‘Junsu oppa ..’

Aku tetap tertunduk. Tangisku semakin kencang. Napasku tak beraturan. Kurasakan lengan itu semakin mememeluk tubuhku kencang. Seolah tak ingin melepaskannya.

“Andwe!!Aku bukan adik kalian!!Jangan perlakukan aku seperti ini!!”

“Andwe!!Kau adik kami!!Dan akan tetap jadi adik kami!!”

Aku masih terus menangis didalam pelukan lengan – lengan kuat itu. Tiba – tiba kurasakan usapan lembut dirambutku. Perlahan ku angkat wajahku. Seorang wanita setengah baya tersenyum kearahku.  Mata wanita itu terlihat lembab seperti habis menangis. Tersirat kekhawatiran yang jelas diwajahnya. Wanita itu ‘omma’ku. Ya dia ‘omma’ku.

“Omma ..” ujarku lirih. Air mata menalir pelan dipipinya yang lembut saat kupanggil dirinya.

“Pulanglah ..” ujarnya. Tangan lembut dan hangat terjulur dihadapanku. Tangan itu, tangan ‘omma’ku. Ya itu tangannya. Air mataku semakin tak terbendung, tak dapat ku hentikan lagi. Dengan cepat kuraih pasti tangannya. Kuraih tangan lembut nan hangat itu.

“Mianhae omma ..” ujarku terisak. Ia mengenggam tanganku erat kemudian ia tersenyum dan mengangguk kecil. Dengan cepat, aku bangun dan kerengkuh tubuhnya kedalam pelukanku. Ia pun membalasku dengan pelukan hangatnya.

“Omma ..” gumamku

“Ne, anakku.”

***

Kubuka pelupuk mata dari tidurku.Terasa berat dan lelah. Kubenamkan kembali diriku kedalam selimut. Rasanya hari – hari yang lalu benar – benar menjadi hari – hari terburuk dalam hidupku.Ingin rasanya kubuang jauh – jauh memori itu dalam ingatanku. Tapi tidak bisa. Itu kenyataan yang mau tak mau, aku harus menerimanya. Walau kenyaataan itu amat sangat menyakitkan.

Sayup – sayup terdengar derap kaki melangkah berjalan kearah kamarku. Tak lama berselang terdengar ketukan lembut menyentuh daun pintu kamarku. Kemudian pintu kamarku mulai terbuka. Kubenamkan kembali tubuhku kedalam selimut. Kupejamkan mataku dan berpura – pura tertidur.Kurasakan selimut yang menutupi kepalaku tersibak.Terasa belaian lembut dikepalaku, membuatku sedikit bergidik. Dapat kurasakan tangan lembut yang membelai rambutku, mulai membelai wajahku. Entahlah. Aku tidak tahu sipa yang sedang membelaiku. Yang aku tahu. Aku nyaman dan menikmati belain lembut itu.

Sayup – sayup terdengar suara dari sang pemilik tangan itu.

“Saranghae ..”

Dapatku rasakan jantungku tiba – tiba berhenti berdetak mendengar kalimat itu. Kemudian terasa kecupan lembut dikeningku. Ingin sekali ku membuka mataku. Tapi tak bisa. Aku tak berani melakukannya.

Tak lama terdengar pintu kamarku terbuka kemudian tertutup kembali. Dengan cepat kulonjakan tubuhku dan bangun dari kepura – puraanku. Kupandangi lama pintu kamarku. Menerka – nerka siapa yang baru masuk tadi.

***

Ku turuni setapak demi setapak tangga ‘rumah’ku. Ku langkahkan kaki menuju ruang makan. Sebenarnya, aku tak ingin keluar kamar sama sekali. Aku takut bertemu pandang dengan mereka. Tapi perutku rasanya sudah tak dapat berkompromi. Aku lapar.

Sejak kejadian kemarin mereka tak pernah membahas tentang masalah itu. Aku rasa mereka tidak ingin membuatku semakin terluka dengan kenyaataan itu. Kenyataan yang amat sangat menyakitkan. Langkahku terhenti, saat kulihat mereka semua sedang berkumpul diruang makan. Aku hanya tertunduk. Kakiku terlalu berat untuk melangkah maju.Akh sudahlah tidak usah makan, pikirku. Kulangkahkan kaki kembali menuju kamar.Tapi saat aku beranjak pergi, kurasakan cengkraman kuat ditanganku.Aku menoleh.

“Junsu oppa ..” gumamku tercekat

Junsu oppa menatapku lekat. Ia menatapku dengan tatapannya yang sangat lembut. Tatapan yang hanya ia keluarkan saat ia menghiburku. kalau aku sedang sedih. Aku benar – benar tak sanggup menatap matanya. Hatiku ingin menangis melihatnya.

“Kau mau kemana hah??Apa perutmu tidak lapar??Kajha!!Jangan diam saja!!Ayo kita sarapan bersama!!” ujarnya tersenyum seraya menarikku ke arah meja makan tempat semuanya berkumpul.

Mereka yang tengah berada diruang makan, tersenyum lembut menyadari kehadiranku.

“Kajha!!Kau duduk didekatku Yuuri!!”  ujar Yoochun oppa, sambil menepuk – nepuk kursi disampingnya. Kulangkahkan kakiku. Walau aku ragu untuk melangkah. Hatiku tak kuat untuk menerima kebaikan hati mereka. Yoochun oppa mengusap – ngusap rambutku pelan.Membuatku ingin menangis menerima perlakuannya. Omma dengan sigap menaruh sepiring roti dan segelas susu hangat untukku.Ia tersenyum.Senyumnya benar – benar menghangatkan hatiku.

“Habiskan sarapanmu!!Omma tidak mau kau sakit!!Karena tidak sarapan!!”ujarnya

Aku hanya mengangguk pelan dan mulai memakan sarapanku.

“Yuuri, kau istirahat saja!!Tidak usah pikirkan hal yang bukan – bukan!!” ujar Yunho oppa seraya tersenyum

Aku benar – benar tidak sanggup menerima kebaikan mereka. Terlalu menyakitkan. Air mata yang dari tadi tertahan, akhirnya mengalir perlahan dipipiku.Dapatku rasakan sentuhan lembut di ke 2 pipiku.Ku angkat sedikit wajahku, untuk mencari tahu siapa yang sedang menyentuhku.

“Kau jangan menangis!!Saat kau menangis, hatiku sakit melihatnya.”

“JJ oppa..” gumamku lirih

perkataan yang terlontar dari mulut JJ oppa,benar – benar membuatku semakin tidak kuat menerima hal ini. Terlalu Berat. Terlalu menyakitkan.Aku mohon jangan perlakukan aku seperti ini. Aku benar – benar tidak pantas menerima ini semua. Omma hanya mematung melihatku. Tapi dapat kulihat dengan jelas matanya berkaca – kaca menahan tangis dan tak lama air matanya mulai menetes pelan, membasahi pipinya yang lembut.

“Aich kenapa kau jadi lemah hah?? Kemana perginya adikku??? adikku yang selalu tersenyum menghadapi masalah didepannya. Kemana perginya??”

Perkataan yang dilontarkan Junsu oppa membuatku terenyuh. Apa yang ia katakan memang benar, aku bukan seperti diriku.Tapi apakah aku harus tetap tersenyum, menghadapi hal ini??Entahlah, aku sendiri tak tahu jawabnnya.

“Kau adik kami.Dan selamanya akan tetap menjadi adik kami!!Kami tidak perduli kalau darah kita berbeda!!Yang kami tahu dari kecil kau adik kami. Bagian terpenting dalam hidup kami.Saat kau pergi, bagian terpenting itu hilang. Seperti sebuah puzzel, apabila ada 1 potongan ada yang hilang. Puzzel itu tak akan pernah lengkap.Begitu pun dengan kau. Kau pergi, bagian itu tidak akan pernah lengkap!!”

Perkataan Yunho oppa amat bijak. Membuatku tertegun mendengarnya.

“Apakah karena hal ini, persaudaraan kita terputus??Tidak Yuuri!!Tidak!!Kau salah kalau kau berpikir seperti itu!!” Yoochun oppa buka suara. Aku tidak menyangka perkataan seperti itu akan terlontar dari mulutnya. Tapi perkataannya, telah menjawab pertanyaan yang mengganjal dipikiranku.

“Tenangkan lah dulu pikiranmu, nanti kalau kau sudah lebih baik baru kita bicarakan masalah ini lagi.” ujar omma seraya tersenyum di sela – sela tangisnya. Aku tahu omma akan berat mengatakan semua masalah ini. Tapi, aku butuh suatu keterus terangan. Agar titik awal masalah ini terselesaikan. Walau akhirnya akan sangat menyakitkan.

***

Lelah. Aku sudah terlalu lelah menanggung beban ini. Ini bukan hal yang mudah untuk dilupakan.Tapi seiring waktu berjalan,aku akan belajar untuk melupakannya. Walsupun nodanya tidak akan pernah hilang dari hatiku.

Masih banyak tanda tanya besar di pikiranku.Aku ingin tahu, kenapa orang tuaku tega meninggalkanku dikeluarga ini??Kenapa wanita yang bernama ‘Yuuri’ tega meninggalkanku sendiri??Meninggalkan anak kandungnya. Aku butuh sebuah penjelasan. Penjelasan awal semua ini dimulai.Aku tak mau semua pertanyaan ini akan menghantui hidupku. Aku tidak mau.

‘Tok Tok’

pikiranku teralihkan saat terdengar suara ketukan dipintu kamarku.

“Masuk” ujarku memberi jawaban.

Tak lama menjelang, pintu kamarku terbuka. Tampak sosok laki – laki dari balik pintu, ia JJ oppa. Ia tersenyum kearahku. Dan perlahan menghampiriku yang terduduk diatas tempat tidur.

“Apa kau sudah lebih baik??” tanyanya sambil mengambil posisi duduk disampingku.

“Ne.” jawabku lirih.

“Yuuri, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan hal ini sekarang. Karena perasaanmu sedang tidak tenang. Tapi, aku sudah terlalu lelah untuk menyimpan ini semua.” ujarnya seraya menggenggam ke2 tanganku.

Wajahnya terlihat serius. Matanya menatapku tajam. Aku  berusaha menerka – nerka perkataan apa yang akan ia lontarkan.Mungkinkah ia akan menceritakan masalah ibu kandungku??

“Yuuri, aku – “

‘BRAK’ terdengar suara pintu kamarku terbuka kencang.

“Yuuri, gwachana??”

Dengan cepat JJ oppa melepaskan genggamannya. Kami ber2 menoleh, kearah pintu. Didepan pintu berdiri seorang gadis.Wajahnya terlihat merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan barusan.Masuk tanpa ketuk pintu terlebih dahulu. Gadis itu Eunmi.

“Akh mianhae, aku akan masuk lagi.Kalau pembicaraan kalian ber 2 sudah selesai.” ujarnya salah tingkah dan seraya menutup pintu kamarku dan pergi.

“Kau disini saja Eunmi!!Aku sudah selesai bicara dengan Yuuri.Aku rasa ia lebih membutuhkan kau, dibanding aku.” seraya beranjak pergi meninggalkanku yang menatap kepergiannya hampa.

Eunmi langsung menutup pintu kamarku, saat JJ oppa benar – benar telah pergi. Ia menghampiriku dan memeluk tubuhku cepat.

“Gwachana??Aich kenapa kau bisa kabur hah??Aku sangat kaget saat Junsu oppa menelponku dan mengatakan kalau kau kabur!!Kalau ada masalah, kau bisa cerita padaku!!”Aku pasti akan men -”

“Aku bukan anak kandung keluarga ini Eunmi.” ujarku cepat, memotong perkataan Eunmi.

Eunmi terdiam.Ia kembali memelukku cepat.

“Ternyata dugaanku benar.” ujarnya lirih. Sontak aku melepaskan pelukannya dan menatapnya tajam.

“Kau sudah tahu??Kau tahu dari siapa??Kenapa kau tidak memberitahuku hal ini hah??” Kulancarkan bertubi – tubi pertanyaan padanya.

“Aich kau tenang dulu!!Aku hanya menebak saja.Habis dari dulu, aku selalu berpikir.Kenapa wajahmu tidak mirip dengan semua oppamu bahkan appa dan ommamu!!!Tidak ada kemiripan sama sekali!!” ujarnya polos.

Aku menatapnya tajam, memang benar apa yang ia katakan.Aku sudah merasakan hal ini dari dulu. Saat orang – orang yang mengenalku, mengatakan aku berbeda dengan yang lain. Tapi dulu, aku tidak pernah mengambil pusing perkataan mereka. Tapi perkataan itu terbukti sekarang.

“Yuuri, kau masih punya aku. Aku tahu ini amat berat untukmu. Tersenyumlah Yuuri, kau lebih manis saat tersenyum, daripada memasang wajah sedih seperti ini. Yang aku tahu, sahabatku ini orang yang tegar!!”

Eunmi tersenyum. Kupeluk tubuhnya dan kutumpahkan semua perasaanku padanya. Ia membalas pelukanku dan mengusap punggungku seraya menenangkanku.

“Menangis lah Yuuri!!Menangislah sepuasmu, tapi saat kau berhenti menagis. Tersenyumlah. Jangan pernah kau menangis lagi.”

Aku menangis cukup lama dipelukan EunMi.

“Apa kau sudah puas menangisnya??” tanyanya seraya melepaskan pelukanku.

Aku menyeka air mata dengan ke2 punggung tanganku. Aku mengangguk kecil menjawab pertanyaan Eunmi.

“Nah kalau begitu sekarang tersenyumlah :D ” ujarnya seraya tersenyum dan mengusap sisa air mata dipipiku.

Aku tersenyum kecil kemudian kemabali memeluknya. Memeluk sahabatku Eunmi. Ia pun membalas pelukanku hangat.

“Nanti kalau Changmin oppa masuk, jangan perlihatkan tampangmu yang kusut seperti ini ya??”

Sontak ku lepaskan pelukan. Apa yang baru saja Eunmi katakan??Changmin oppa??Apa aku tidak salah dengar??Changmin oppa juga disini???

“Kau kesini bersama Chagmin oppa??”

Eunmi tersenyum nakal.Kemudian ia mengangguk kecil.

“Ne, aku kesini bersamanya dan Junsu oppa tentunya :) ” ujarnya polos.

“Baiklah, sekarang giliran Changmin oppa yang menemanimu!!” seraya bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu untuk keluar. Dengan cepat kutarik tangannya.

“Andwe!!Aku belum siap untuk bertemu dengannya.”

“Aichhh kau ini!!Ia sangat khawatir padamu tau!!Saat kau pergi, ia mencarimu seperti orang gila dan tidak istirahat sama sekali. Apa sekarang kau tega untuk tidak bertemu dengannya hah??

Aku terdiam. Kulepaskan cengkraman tanganku dari pergelangan tangan Eunmi. Ia tersenyum puas melihatku melepas tangannya. Kemudian ia beranjak pergi meninggalkanku yang mematung didepan pintu.

“Apa yang harus ku katakan nanti padanya?”

***

Sunyi. Kesunyian yang meliputi kami saat ini. Tak ada 1 katapun yang terlontar dari mulutku dan Changmin oppa. Ia hanya terus diam sejak masuk kamarku ini. Begitupun denganku. Sesekali, kulihat ia melirik kearahku. Dan saat aku memergokinya, ia akan salah tingkah.

“Changmin oppa ..” gumamku berusaha memecah kesunyian. Changmin oppa menoleh.

“Ne??”

Kutatap matanya yang coklat. Mata yang benar – benar meneduhkan hati yang menatapnya.Tapi sorot matanya seakan meminta penjelasan dariku. Melihatnya benar – benar membuatku, ingin menangis kembali. Lagi – lagi aku menangis. Akh kenapa air mataku tidak bisa ditahan. Setiap aku menangis, aku merasa menjadi orang yang lemah. Padahal hanya padanya, aku ingin terlihat tegar. Aku tak mau terlihat seperti ini untuk ke2 kali didepannya. Aku tidak mau.

Changmin oppa menarikku kedalam pelukannya. Tangisku semakin kencang dipelukannya. Di dadanya yang bidang kutumpahkan semua perasaanku lagi. Lelah. Sudah terlalu lelah tuk menangis.Tapi tetap saja air mata terus mengalir, tanpa bisa kutahan.

“Mianhae …” gumamku.

Ia semakin mengencangkan pelukannya dan mengusap rambutku pelan.

“Gwachana ..” ujarnya.

“Mianhae oppa, telah membuatmu khawatir.”

“Gwachana ..”

“Mianhae, atas semua sikapku yang selalu menyusahkanmu.”

“Ne, tapi jangan pernah kau meninggalkanku lagi.”

Aku mengangguk pelan. Kulepas pelukannya. Ia tersenyum menatapku. Akh senyumnya benar – benar manis. Membuatku tenang. Senyumnya itu benar – benar membuatku siap untuk menceritakan semua padanya. Menceritakan semua masalah yang ku hadapi saat ini.

“Changmin oppa, aku bukan anak kan -”

Belum sempat kuselesaikan kata – kataku. Ia sudah menutup mulutku dengan bibirnya. Mataku membesar. Detakan jantungku tak beraturan. Aku hanya diam terpaku. Ia melepaskan ciumannya.

Ia menatapku lembut. Membuat jantungku semakin berdetak dengan amat sangat cepat. Ia tersenyum.

“Aku sudah tahu semuanya dari Junsu, jadi kau tidak usah mengatakan hal itu. Aku tak mau kau menangis lagi, karena hal itu.” ujarnya sambil mengacak – ngacak rambutku pelan.

“Akh ne.” ujar lirih.

“Kau sudah membuatku khawatir kemarin. Aku ingin kau bertanggung jawab atas hal itu.” ujarnya sambil tersenyum nakal.

“Akhh oppa …”

“Ayolah kau harus tanggung jawab!!”

“Baiklah. Kau mau aku melakukan apa??”

“Tersenyum. Aku ingin kau tersenyum. Sejak aku melihatmu menangis dipinggir jalan, aku tidak pernah melihat senyummu lagi. Bisakah kau tersenyum untukku??”

Aku tertegun sejenak. Kemudian kekembangkan senyumku untuknya. Ia balas tersenyum kepadaku.

“Nah, itu baru kekasihku!!” ujarnya malu – malu.

***

Sudah 3 hari berlalu sejak kejadian waktu itu. Kejadian aku pergi dari rumah. Sejak saat itu, aku berusaha untuk kembali menjadi aku yang dulu. Bersikap seolah kejadian itu tidak pernah terjadi. Tapi tetap saja tidak bisa. Masalah itu sudah tertanam dihatiku. Pikiranku masih meminta kebenaran. Kebenaran tentang jati diriku. Dan kemarin, aku meminta omma untuk menjelaskan semuanya hari ini. Omma yang sedang membaca koran, agak kaget dengan permintaanku. Ia sampai menghentikan aktifitasnya. Ia mengusap rambutku dan mengecup keningku. Kemudian ia mengangguk, menyetujui permintaanku untuk menceritakan siapa diriku sebenarnya. Dan alasan orangtuaku meninggalkanku di keluarga ini.

Dan disini lah aku sekarang. Diruang keluarga bersama JJ oppa, Junsu oppa,Yunho oppa dan Yoochun oppa. Serta sang kunci permasalahanku, omma. Sebenarnya, aku siap tak siap mengetahui kebenaran ini. Tapi JJ oppa dan Yunho oppa yang menggengam tanganku, membuatku merasa siap untuk mengetahui semua kebenaran tantang siapa diriku.

“Kau siap untuk mendengar ini semua Yuuri??” tanya omma menatapku tajam.

Aku menelan ludah. Kemudian kuanggukan kepalaku yakin.

Omma tersenyum sekilas sebelum memulai ceritanya. Ia menatapku sendu.Ia menaruh sebuah foto, foto yang sama dengan yang ia berikan denganku dulu. Foto saat omma masih muda. Bersama appa dan ke2 sahabatnya.

“Kau menjaga foto ini dengan baik kan??”

“Ne, omma ..”

“Kalian tahu yang mana aku dan appa kaliankan??” tanyanya lagi.

“Aich omma, tentu saja kami tahu!! Masa kami tak tahu, wajah orang tua sendiri sih!!” ujar Junsu oppa sewot.

“Ini Omma dan appa.” tunjuk Yoochun oppa di foto itu, ia menunjuk wajah omma dan appa saat muda dulu.

Omma tersenyum sekilas kemudian ia mengangguk pelan.

“Ne, ini aku dan Appa kalian.”

“Dan ke2 orang disampingku ini -.” Ia terdiam dan menatapku seraya tersenyum.

“Ia ke2 orang tuamu Yuuri.”‘

‘Deg’ kurasakan jantungku seakan berhenti berdetak mendengarnya. Ternyata benar dugaanku, kalau mereka adalah orang tuaku. Orangtua kandungku.

“Ommamu memiliki nama yang sama denganmu, ‘Yuuri’. Appamu bernama Tetsuya. Ia orang Jepang.”

“Orang jepang??” tanyaku tidak yakin

Omma kembali tersenyum.”Ne, ia orang Jepang. Mungkin kau bingung kenapa appamu bisa orang Jepang.”

Aku mengangguk pelan. Ia mengusap rambutku pelan.

“Baiklah, sekarang aku akan memulai cerita ini. Cerita awal perkenalanku dengan orang tuamu…”

Kurasakan JJ oppa dan Yunho oppa mengencangkan genggamannya. Mencoba menguatkan hatiku. Napasku sedikit tercekat, bersiap mendengar cerita omma.

“Aku dan Ommamu adalah sahabat baik, Ia teman baikku sejak aku SMP. Kami selalu bersama seperti kau dan Eunmi. SMA pun kami 1 sekolah, kami bersekolah di tempat kalian ber3 sekolah sekarang, Kwang Su Senior High School.” ujarnya memulai cerita ini.

“Saat SMA aku mulai mengenal appa kalian,ShinHae. Sejak saat itu, ia menjadi bagian dari kami. Yuuri tahu kalau aku menyukai Shinhae, ia berusaha mendekatkan ku dan Shinhae. Dan ia berhasil. Aku dan Shinhae akhirnya menjadi sepasang kekasih.  Kami ber3 semakin dekat. Tapi saat kami kelulusan SMA,Aku dan Shinhae memutuskan untuk kuliah diJepang. Aku dan dia diterima di jurusan Bisnis di Jepang. Sedangkan Yuuri ‘ibumu’ ia mengambil jurusan Seni di Inha.”

“Lalu apa omma dan Appanya Yuuri bertemu di Jepang??” tanya Yunho oppa yang terlihat penasaran.

Omma lagi – lagi tersenyum. Aku berusaha menguatkan hatiku untuk mendengar ceritanya lanjutan ceritanya.

“Ne, kau benar. Aku bertemu dengan Tetsuya di Jepang. Ia temanku dan Shinhae. Kami mengenalnya, saat kami menjadi mahasiswa disana. Ia 1 jurusan dengan kami.Tetsuya, ia yang selalu membantu kami disana. Ia orang yang baik dan pintar. Ia juga anak salah satu pengusaha terkaya di Jepang. Saat di Jepang, kami selalu ber3. Sama seperti bersama dengan Yuuri  di Korea.”

“Tetsuya sebenarnya  tidak ingin kuliah di jurusan bisnis, walaupun nilai mata kuliahnya sangat bagus. Ia lebih tertarik dengan seni. Saat ia menceritakan hal itu padaku dan Appa kalian. Aku jadi teringat dengan Yuuri, ia kuliah di jurusan seni. Saat liburan semester, aku mengajaknya ke Korea dan saat itulah ia mulai mengenal ommamu,yuuri.”

“Tanpa sepengetahuanku dan Appa kalian, mereka ber2 menjalin hubungan. Walaupun mereka berbeda jarak antara Jepang dan Korea. Mereka ber2 masih bisa saling berhubungan. Sampai akhirnya Kami semua lulus kuliah, aku dan Appa kalian untuk memutuskan menikah. Disaat itu kami baru tahu kalau Yuuri dan Tetsuya sudah menjalin hubungan. Sebagai sahabat mereka, kami sangat senang dengan Hubungan mereka. Saat aku sudah melahirkan Junsu, mereka ber2 memutuskan untuk melangkah kehubungan yang lebih  serius, pernikahan. Tapi -”

Tiba – tiba wajah omma memucat. Ia pun tak melanjutkan ceritanya.

“Tapi apa omma??” tanyaku ragu.

“Saat Tatsuya mengatakan ingin menikahi Yuuri, orang tuanya menentang. Dengan alasan yang tidak masuk akal. “wajah omma terlihat menahan marah saat mengetakannya. Membuat kami sedikit bergidik mendengar ceritanya.

“Alasan yang tidak masuk akal, maksudnya??”

“Ne, alasan yang tidak masuk akal Yoochun. Karena Yuuri orang Korea, ibunya tidak setuju dengan Yuuri. Saat itu aku dan Appa kalian sangat marah mengetahui alasan itu. Perbedaan asal negara lah yang membuat mereka tidak setuju.Mereka ingin Tetsuya, anak mereka 1.1nya itu mendapat gadis Jepang. Mereka berpikir kalau Yuuri tidak pantas untuk Tetsuya.”

Tanpa sadar air mataku mengalir perlahan. Apakah alasan ini, yang menyebabkan orang tuaku meninggalkanku pada omma??Alasan ditentang orang tua.

Jaejoong oppa mengusap air mataku. Omma berhenti bercerita saat melihatku mulai menangis.

“Apa kau ingin melanjutkan cerita ini??” tanya omma ragu.

“Ne, lanjutkan.”jawabku sambil menyeka air mataku. Mencoba untuk tegar.

“Tetsuya kabur dari rumah dan pergi ke Korea. Tapi naas suruhan orang tuanya mengikutinya, terjadi kejar – kejaran hebat. Mobilnya slip saat ia ingin berbelok ditikungan. Akhirnya mobilnya, terjatuh ke Jurang dan ia meninggal.”

Air matanya yang sudah kutahan tumpah kembali. Aku sudah menduga, kalau orang tuaku pasti sudah tiada. Tapi saat aku mendengar ceritanya langsung, benar – benar menyakitkan. Membuatku tercabik – cabik mendengarnya.

Kurasakan tangan Yunho oppa semakin kuat menggenggam tanganku. JJ oppa mengelus rambutku. Junsu oppa dan Yoochun oppa menepuk pundakku, berusaha untuk menenangkanku. Tapi itu terasa sia – sia untukku. Terlalu menyakitkan mengetahui semua itu..

“Kami sangat kaget mengetahui hal itu. Terutama Yuuri ommamu, ia terus menangis tanpa henti. Tapi yang membuat kami makin kaget, kalau Yuuri mengandung dirimu. Ia mengandungmu ‘yuuri’.”

“Berarti ommaku masih hidup??Kemana ia sekarang??”

Kulihat omma mulai berkaca – kaca. Air matanya mulai mengalir. Ia terlihat sangat sedih dan sudah tak sanggup untuk melanjutkan ceritanya. Aku bangkit dan berjalan pelan menghampirinya. Kupeluk tubuhnya. Pedih. Hatiku amat pedih.

“Biar aku yang lanjutkan ceritanya.”

Aku menoleh cepat. Kutatap JJ oppa. Ia yang akan melanjutkan cerita ini??Apakah ia juga tahu ommaku ada dimana??

“Hyung, kau tahu omma kandung Yuuri dimana??” tanya Yunho oppa penasaran.

“Ne, aku tahu. Karena saat masih kecil aku yang selalu menemaninya.” ujar JJ oppa yakin.

Mataku Junsu oppa dan Yoochun oppa terbelalak. Begitu pula denganku. Teringat kembali foto JJ oppa bersama dengan ommaku. Akhh ya, tentu saja ia tahu. Diantara yang lain hanya ia yang tahu masalah ini. Tentu saja ia tahu.

“Lanjutkan oppa!!” pintaku.

“Waktu aku masih kecil aku suka diajak omma, untuk bertemu dengannya. Walaupun waktu itu aku masih kecil tapi aku masih mengingat jelas sosoknya. Ia sangat mirip denganmu. Matamu, senyummu. Sangat mirip. Bahkan kalian memiliki sifat yang sama. Ommamu, selalu mengajakku bermain. Walaupun ia sedang mengandung dirimu. Ia selalu menemaniku. Dan kau tahu, aku sangat menantikan kelahiran kau di dunia ini. Ia berjanji akan memberikan ku seorang teman perempuan yang akan menemaniku bermain, yaitu kau. Dan ia pun menepati janjinya. Ia melahirkanmu dengan selamat. Tapi setelah ia melahirkanmu, keadaannya kian melemah. Dan aku yang menemaninya disaat akhir hidupnya.”

“Benarkah itu semua omma??” tanya Yunho oppa yang terlihat tidak percaya mendengar cerita JJ oppa. Omma hanya mengangguk sambil terus menangis. Aku seperti omma, menangis. Dan terus menangis. Mengetahui ommaku telah tiada. Padahal ada secercah harapan saat omma menceritakan kemungkinan ommaku masih hidup tadi.

“Suatu hari saat aku sedang bermain bersama Yunho, omma dan appa membawamu dihadapan kami. Dan mengatakan kalau kau akan menjadi anak bungsu dirumah ini. Sejak saat itulah, kau menjadi adik kami. Anak bungsu keluarga ini.” ujarnya mengakhiri cerita ini.

“Tapi kenapa aku tidak ingat hal itu ya??” tanya Yunho oppa sambil mencoba mengingat – ingat.

“Tentu saja kau tidak ingat!!!Kau kan sedang sibuk menjahili Yoochun dan Junsu!!” ujar JJ oppa.

“Aichh wajarlah kalau Yunho hyung tak ingat!!Lagipula Yunho hyung kan orangnya pelupa!!” ujar Yoochun oppa dan Junsu oppa bersamaan yang dibalas tatapan sinis oleh Yunho oppa.

“Kau sudah tahu hal ini Yuuri. Omma harap, kau mengingat mereka sebagai bagian terpenting dalam hidupmu. Dan kau bersyukur menjadi anak mereka. Tapi kau tidak perlu bersedih, karena mereka telah meninggalkanmu. Karena kau masih mempunyai kami. Kami yang menyayangimu.” ujar omma seraya memelukku.

“Ne, omma. Ghamsamnida.” ujarku membalas pelukan omma. Disusul ke 4 orang terpenting dalam hidupku. Oppaku yang sedah menganggapku sebagai adik kandung mereka sendiri.

***

Eunmi menangis sseunggukan dipelukan Junsu oppa mendengar cerita tentang orang tuaku. Changmin oppa yang berada disampingku, memeluk tubuhku dan mengusap rambutku pelan. Mencoba menenangkanku, yang sudah ingin menangis lagi.

“Orang tua appamu, sungguh keterlaluan Yuuri!!Seandainya mereka tidak menentang hal itu, mungkin kau dan orang tuamu sudah hidup bersama!!” ujar Eunmi yang masih sesunggukan.

Aku tersenyum. Kupeluk Eunmi.

“Kau tahu, mereka juga orang yang baik Eunmi.” gumamku disela – sela pelukan. Eunmi melepas pelukanku cepat.

“Aich apa yang baik??Gara – gara mereka, kau dan orang tuamu tidak bisa bersama!!” ujarnya sewot.

“Mereka memang baik. Seandainya aku bersama dengan orang tuaku sekarang. Mungkin aku tidak aka menjadi adik Junsu oppa. Dan tidak akan pernah menjadi sahabatmu. Apalagi menjadi kekasih Changmin oppa ;)” ujarku terkekeh.

“Hhahahahahahah Chagiya,benar apa yang Yuuri katakan!!Mungkin ia tidak akan disini bersama kita sekarang!!” ujar Junsu oppa seraya memeluk Eunmi. Sedangkan Changmin oppa mengelus rambutku lembut.

“Benarkan oppa??”

Changmin oppa mengangguk dan tersenyum. Akh senyumnya manis sekali >.< . Sekarang aku sudah merasa lebih baik, setelah mendengar cerita itu.  Setidaknya, aku yang sekarang tidak hidup didalam kerahasian tentang siap diriku. Dan yang paling membuatku bersyukur. Karena aku dikelilingi orang – orang yang menyayangiku.

***

Hari ini, JJ oppa akan mengajakku kesuatu tempat. Ia tak bilang akan membawaku kemana. Pagi – pagi ia sudah datang menjemputku. Ia hanya bilang agar aku mengenakan pakaian putih, makanya aku memilih untuk mengenakan Dress putih. Ia ingin aku terlihat bersih dan menawan. Jadi selama ini, JJ oppa berpikir kalau aku dekil. Akhh sudah lah, tidak penting >.<.

Aku agak kaget melihat JJ oppa yang sudah menunggu diluar rumah. Ia mengenakan setelan Jas. Membuatku penasaran, sebenarnya ia akan membawaku kemana?? Ke pesta kah??Tapi masa ke pesta pagi – pagi??

“JJ oppa, kenapa kau mengenakan pakaian seperti itu??” tanyaku sambil menatap JJ oppa dari ujung kaki hingga ujung kepala.

“Aich kau ini!!Sudah kau diam saja!!Tidak usah banyak bicara!!Nanti kau juga akan tahu!!Akan ku ajak kemana!!” uajrnya sambil menarikku masuk kedalam mobil.

***

Terhampar padang bunga matahari didepanku. Indah sekali.Aku bingung kenapa JJ oppa mengajakku kesini??

“Oppa kenapa kau mengajakku kemari??”

“Aich kita disini hanya lewat!!Kita masih harus naik ke bukitnya!!” ujar JJ oppa seraya berjalan meninggalkan.

‘Aich ternyata hanya lewat!!Lagipula kalau ketempat seperti ini, mestinya jangan gunakan pakaian formal seperti itu, kan sayang bajunya jadi kotor.’

“Ya!!Yuuri!!Sampai kapan kau akan diam disitu hah??” teriak JJ oppa dari atas undakan.

“Ne.”

Aku bergegas menyusulnya. Akh jauh – jauh mengajakku ke tempat seperti ini dan menyuruhku berpenampilan seperti ini. Ternyata hanya mengajakku untuk mendaki bukit. Menyebalkan sekali.

“Aich kau ini, lama sekali jalannya!!” ujarnya sewot.

“Kajha, sebentar lagi kita sampai!!” ujanya seraya menggandeng tanganku.

“Aich oppa, kau mau mengajakku kemana hah??”

JJ oppa menghentikan langkahnya. Dan menoleh kearahku.

“Sebentar lagi, kau juga akan tahu!!”

‘Aich sebenarnya mau kemana sih??’

***

Membeku. Diam membeku, menatap gundukan tanah didepanku. Aku hanya diam mematung memandang JJ oppa yang tengah bersimpung dike2 gundukan tanah didepanku. Ia menaruh bunga mawar merah, yang dari tadi ia bawa di ke2 gundukan tanah itu. Ia membersihkan kedua gundukan tanah itu dari ilalang yang tumbuh disekitarnya.

Jadi kesini ia mengajakku pergi. Ke pemakaman ke2 orang tuaku. Aku benar – benar tidak menyangka ia akan mengajakku kesini. JJ oppa menarik tanganku dan menyuruhnya untuk membantu membersihkan ilalang.

Cengeng. Aku terlalu cengeng, melihat makam ke2 orang tuaku sendiri. Hanya menangislah yang dari tadi aku lakukan. Kutatap lama ke2 makam didepanku. Dimakam itu ada foto appa dan ommaku. Foto orang tuaku terlihat bahagia.

JJ oppa menarik kepalaku dan menyederkanku dipundaknya.

“Kau ini cengeng sekali!!Sudah berhenti menangis!!Sekarang kita berdoa untuk ke2 orang tuamu!!”

“Ne, oppa.”

“Bibi, aku datang membawa Yuuri untukmu. Sekarang ia sudah tumbuh menjadi gadis yang can-” JJ oppa tidak melanjutkan perkataannya dan melirik kearahku.

“Omma, JJ oppa mau bilang. Kalau aku sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik tapi ia malu untuk mengatakannya.” ujarku terkekeh

“Aich kau PD sekali!!” JJ oppa mencibir. Membuatku berhenti menangis dan tertawa melihat wajahnya

“Ottosan, kau tidak perlu khawatir padaku. Karena aku punya 4 orang oppa dan seorang pria yang penting untukku dan merekalah yang akan menjagaku.”

“Aku tidak yakin Changmin akan menjagamu.” ujar JJ oppa sewot.

“Aich oppa, tentu saja Changmin oppa akan menjagaku.” balasku tak kalah sewot

“Terserah kau sajalah.”ujarnya sinis.

“Paman dan bibi, aku akan menjaga anak kalian yang ke PD an dan merepotkan ini sampai akhir hidupku.” ujar JJ oppa terlihat serius.

“Benarkah??” tanyaku ragu

“Tentu saja!!” ujarnya tegas.

“Amin.”

“Omma, Otosan sepertinya JJ oppa bisa menjaga omongannya. Kalau ia akan menjagaku seumur hidupnya.amin”

“Aku harap Omma dan Otosan akan bahagia disana dan mendapat sisi terbaik di ditempatnya. Amin” ujarku menutup doa yang tidak karuan ini.

“Nah, JJ oppa ayo kita pulang!!Nanti terlalu sore pulangnya.”

JJ oppa terdiam dan masih bersimpuh.Kuguncangkan tubuhnya dan kupanggil dirinya tapi tak ada reaksi.

“Oppa, ayo pulang!!” sambil menariknya bangun.

Ia tetap tak bergeming. Ia diam kemudian menatapku tajam. Membuatku kaget dengan tatapannya itu.

“Aku akan menjagamu seumur hidupku.” ujanya serius.

“Ne, aku percaya.”

“Sudah ayo oppa bangun!!Kita pulang!!”

“Ne.” jawabnya dan bangkit, kemudian menggandeng tanganku meninggalkan pemakaman ini.Kutolehkan kepalaku sekilas melihat makam ke 2 orang tuaku.

‘Aku akan datang lagi nanti ..’

***

Omma sudah kembali ke Amerika. Ia sepertinya sudah tidak terlalu mengkhawatirkanku lagi. Karena masalahku, ia jadi harus tinggal di Korea sebulan lebih. Dan menelantarkan bisnisnya di Amerika. Keadaanku kembali seperti dulu, sebelum aku mengetahui masalah itu. Tidak ada yang berubah, aku tetap harus mengurus semua oppaku. Kecuali JJ oppa, karena sampai sekarang ia masih tinggal terpisah dengan kami. Yunho oppa tetap seperti oppa yang dulu, selalu berusaha melindungiku. Yoochun oppa tetap memperlakukanku dengan lembut tapi sekarang perhatiannya sudah terbagi dengan kekasihnya yaitu Sooyun onni, menejer basketnya. Junsu oppa makin lengket dengan Eunmi tapi ia tetap selalu jadi tempat pelipur laraku dan JJ oppa, aku merasa ia sedikit berubah. Ia jadi -. Entahlah aku sulit untuk menjabarkan perubahan sikapnya padaku, yang jelas ia jadi lebih perhatian padaku. Dan hubunganku dengan Changmin oppa >.<, tidak bisa aku ungkapkan dengan kata – kata. Intinya setiap hari Changmin oppa selalu menyempatkan diri untuk menemaniku dan memperhatikanku.

Seperti hari ini, ia mengajakku pergi. Kami pergi kesalah satu pusat buku di Seoul. Aku sedang menemaninya memilih beberapa buku, buku tentang trik permainan bola basket. Karena Changmin oppa benar – benar akan menggantikan Yoochun oppa sebagai kapten tim basket sekolah kami. Karena Yoochun oppa sebentar lagi lulus dari sekolah dan lebih banyak belajar untuk persiapan kelulusannya.

“Yuuri, aku pilih buku disekitar situ ya.” kata Changmin oppa sambil menunjuk rak buku olahraga.

“Ne, kalau begitu aku ketempat resep masakan ya. Aku mau beberapa resep yang cocok untuk menu makan malam hari ini.”

“Ne.” ujar Changmin oppa seraya berjalan menuju rak buku olahraga.

Aku berjalan kearah rak buku resep masakan. Aku memilih beberapa buku resep yang kira – kira cocok untuk disajikan saat makan malam. Karena sekarang Yunho oppa, jadi pemilih soal makanan. Ia jadi lebih suka makanan yang dapat membentuk  tubuh. Padahalkan tubuh Yunho oppa sudah bagus. Six pack gimana gitu >.< heheh.

Saat aku sedang memilih beberapa buku resep masakan. Aku merasakan seseorang menepuk pundakku pelan. Kutolehkan kepala.Aku rasa Changmin oppa sudah menemukan buku yang ia cari.

“Kau sudah menemukan buku yang kau cari oppa??” tanyaku sambil menoleh .

“Akh annyeong.” ujarku seraya membungkukan badan.

Ternyata aku salah. Aku pikir ia Changmin oppa. Ternyata bukan. Ia seorang gadis yang Cantik dengan rambut panjang bergelombang. Ia Hyo Hoon onnie, kekasih JJ oppa. Aku agak kaget bisa bertemu dengannya lagi. Terakhir aku melihatnya, sebulan yang lalu. Saat aku pergi dari kosan JJ oppa.

“Apa kabarmu Yuuri??” ujarnya sambil tersenyum. Senyumnya manis sekali, seperti orangnya. Tak heran JJ oppa bisa menyukainya.

“Aku baik onni. Akhh onnie, kesini dengan JJ oppa??” tanyaku sambil melihat sekitar Hyo Hoon onnie.

“Andwe .. aku kesini sendiri” ujarnya lirih.

Aku menangkap kesedihan diwajahnya, saat kutanya JJ oppa. Apa ia sedang ada masalah dengan JJ oppa??

“Aichh JJ oppa sungguh keterlaluan membiarkan onnie sendirian ke sini !!” ujarku sewot.

“Aku sudah biasa kemana – mana sendiri.”

“Kau kesini sama siapa??Apa dengan Eunmi??”

“Andwe!!Aku kesini dengan Changmin oppa onnie..” ujarku sambil terkekeh malu.

“Dengan Changmin??Lalu mana dia??”

“Changmin oppa, sedang memilih beberapa buku dirak buku olahraga onnie.”

“Begitu. Akhh kau sedang melihat resep masakan??”

“Ne.Oh ya, gimana dengan kursus memasakmu onnie??”

“Aku sudah cukup mahir sekarang :)”

“Benarkah??Akhh chukae. Kapan – kapan kita masak bersama ya onnie??”

“Tentu saja.”

“Apa onnie sudah bisa membuat masakan kesukaan JJ oppa??”

“Ne, aku sudah bisa membuatnya dan tidak keasinan lagi.” ujarnya terkekeh.

“Wah pasti JJ oppa senang tiap hari dimasakan, masakan enak olehmu onnie :D”

Tiba – tiba raut wajah Hyohoon onnie terlihat sedih. Tampak burat kesedihan yang jelas diwajahnya. Tapi bibirnya berusaha untuk mengembangkan senyum manisnya. Sebenarnya ia kenapa??Apa aku salah bicara??

“Aku tidak akan pernah bisa memasakan makanan untuknya.” ujarnya berusaha tersenyum

“Kenapa??Apa JJ oppa menolak memakan masakanmu onnie??Akh tenang saja onnie, biar aku marahi JJ oppa nanti!!” ujarku sambil mengepalkan ke2 tanganku dan bersiap seolah JJ opa ada dihadapanku sekarang.

“Andwe!! Aku sudah tidak ada hubungan dengan oppamu lagi. Makanya ia tak akan pernah memakan masakanku lagi.”

Mataku terbelalak. Aku berusaha mencerna apa yang baru saja terlontar dari mulut Hyo Hoon onnie. maksud perkataannya, ia sudah -.

“Kau bercandakan onnie??”

“Andwe!!Tapi walau kami sudah tidak ada hubungan lagi, kau tetap mau kan mengajariku memasak??” ujarnya berusaha tersenyum.

“Apa JJ oppa yang memutuskan hubungannya denganmu onnie??”

“Akh itu itu -.” Hyo Hoon onnie terlihat gugup. Benar dugaanku kalau JJ oppa yang memutuskan hubungannya dengan Hyo Hoon onni. Rasanya emosiku memuncak. JJ oppa benar – benar bodoh melepaskan gadis semanis dan sebaik Hyo Hoon onnie.Apa karena omma yang tidak setuju??Akhh JJ oppa kenapa??

“Apa alasannya memutuskan hubungannya denganmu onnie???”

“Dia tidak mengatakan apapun selainkan kata berpisah dariku. Tapi aku rasa, ia menyukai perempuan lain.”

Wajah HyoHoon onnie terlihat ingin menangis. Aku tidak tega, menanyakan hal ini lebih jauh. Aku takut, akan menyakiti hatinya.

“Yuuri, aku sudah selesai memilih buku.Bagaimana denganmu??”

“Akh Hyo nunna, annyeong.” ujar Changmin oppa yang terlihat agak kaget melihat Hyo hoon onnie bersamaku.

“Akh Changmin,annyeong.”

“Yuuri, Changmin, aku duluan ya.” ujar Hyo Hoon onnie seraya menunduk kemudian berjalan pergi.

Kutatap kepergian HyoHoon onnie. Akhh JJ oppa kenapa kau bisa memutuskan hubunganmu dengan Hyo Hoon onnie??Perempuan lain??Siapa perempuan yang lebih baik selain Hyo Hoon onnie yang dapat menarik perhatianmu hah??Apa karena omma tidak setuju dengan hubungan mereka??

“Yuuri, kenapa kau diam saja??Ya!!Yuuri!!” guncangan ditubuhku. Menyadarkanku dari semua masalah yang dirasakan Hyo Hoon onnie. Kutatap Changmin oppa yang berdiri disampingku. Ia terlihat bingung dengan sikapku.

“Changmin oppa, mianhae!!Aku tidak bisa menemanimu sampai selesai!!”

Aku berlari meninggalkan Changmin oppa yang kaget melihat kepergianku. Terdengar suaranya yang memanggil namaku.

‘Mianhae oppa, besok aku  jelaskan semuanya ..’

“Ya Yuuri!!!”

***

Kulangkahkan kakiku mantap, memasuki perkarangan rumah JJ oppa.Aku ingin tahu alasannya memutuskan hyo hoon onnie. Aku rasa kalau karena perempuan lain tidak mungkin. Karena yang aku tahu, Hyo Hoon onnie 1.1nya gadis yang dekat dengan JJ oppa. Tidak ada gadis lain selain Hyo Hoon onnie yang dekat dengan JJ oppa..

Kutekan bel rumah JJ oppa kasar. Tak lama pintu rumahnya terbuka. JJ oppa terlihat kaget melihat kedatanganku.

“Akh Yuuri, ayo masuk.” ujarnya menarikku masuk.

“Andwe!!” ujarku ketus sambil melepaskan tangannya.

“Kau kenapa???Apa kau sedang ada masalah??”

“Andwe!!”

“Oppa, kenapa kau memutuskan hubunganmu dengan Hyoo Hoon onnie??” tanyaku langsung.

Wajah JJ oppa terlihat menegang. Ia mengalihkan wajahnya dariku.

“Aich oppa!!Jawab!!”

“Kau tidak perlu tahu urusanku.” ujarnya cepat sambil masuk kedalam rumahnya dan menutup pintunya.

“Ya!!Oppa!!” ujarku sambil mencegah JJ oppa masuk.

“Apa karena omma??Apa karena omma tidak setuju dengan hubungan kalian??”

“Andwe!!Sudah cepat kau pulang!!” sambil mendorongku pergi.

“Aich oppa, aku yakin kau tak akan memutuskan Hyo Hoon onnie, walaupun omma menentangnya!!”

“Andwe!!Bukan karena itu!!” ujarnya setengah berteriak.

“Lalu karena apa??Apa ada gadis lain yang sedang kau sukai??”

Wajah JJ oppa memucat.Sepertinya apa yang Hyoo Hoon onnie katakan benar, kalau JJ oppa menyukai gadis lain.

“Jadi benar oppa, kau menyukai gadis lain??”

“Bukan urusanmu!!Sudah kau pulang!!Sudah malam, yang lain pasti menunggumu dirumah.”

“Andwe!!Aku tidak mau pulang sebelum kau menjawab pertanyaanku!!” ujarku tegas.

“Kau menyukai gadis lain oppa??”

“Ne, aku menyukai gadis lain!!Sekarang kau puas??” teriaknya

“Siapa??Apa aku mengenalnya??”

“Ne, kau mengenalnya.Kau bahkan amat sangat mengenalnya.” ujar JJ oppa lirih.

“Maksudmu Eunmi??Kau menyukai Eunmi oppa??Aichh Eunmi kan kekasihnya Junsu oppa!!”

“Andwe!!Bukan dia!!”

“Lalu siapa??” ujarku lirih.

JJ oppa mengakat wajahnya yang tertunduk. Ia menatapku tajam. Membuatku sedikit bergidik melihatnya. JJ oppa terlihat menakutkan seperti itu.

“Siapa oppa??Siapa gadis itu??”

“Kau mau tahu siapa gadis itu??” JJ oppa menatapku tajam. Membuatku napasku sedikit tercekat.

“Ne, siapa dia??”

JJ oppa meraih ke2 pundakku. Dan lagi – lagi tatapannya itu membuatku sedikit takut.

“Kau ..” ujarnya lirih

Mataku terbelalak. Aku merasa sulit bernapas sekarang. Perkataan yang terlontar dari mulut JJ opa benar – benar membuatku tercekat.

“Kau lah gadis itu Yuuri ..”

“Kau lah orangnya ..”

continue ..

Loving You part 13 End

thanks for read :)

dont be silent reader!!saya sangat menghargai komentar, kritik dan saran yg diberikan :)

WARNING!!

Maaf karena mengganggu kenyamanan reader :) setiap ending FF chapter saya akan di protect. Untuk bisa mendapatkan password,caranya:

1. kalian bisa komentar di ff buatan saya minimal setengah jumlah dari chapter yang ada. contoh : ff saya ada 8 chapter sampai end , minimal saya lihat komment kalian di 4 chaptter ff saya.

2. kalian bisa mengirim pesan ke fb saya dengan mencantumkan ID KALIAN YANG KALIAN GUNAKAN UNTUK KOMMENT. dan silahkan ditunggu karena saya akan mengecek terlebih dahulu, dan secepatnya akan saya berikan passwordnya.

Link FB saya >> Khaira Ratified

 

 

About these ads

55 responses to “Loving You part 12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s